Site icon Berita Kota Makassar

Habiskan Sisa Hidupnya Menjaga Kebersihan

BKM/RAHMAN SEMANGAT--Dg Rasiang tetap bersemangat membawa sampah warga.

ENAM tahun lebih Dg Rasiang menekuni pekerjaannya sebagai petugas kebersihan dan pengangkut sampah dari rumah-rumah warga di dalam lorong.

Laporan: RAHMAN

Penghasilannya memang tak seberapa. Tapi dari penghasilan inilah Dg Rasiang membiayai pendidikan ke empat anaknya . Baginya, kebanggaan utama yang ia rasakan adalah ketika berhasil menyekolahkan anaknya meski uang gajinya sangatlah pas-pasan.
Sebelum bekerja sebagai petugas sampah, Dg Rasiang pernah bekerja sebagai buruh Pelabuhan Sukarno-Hatta.
Di hari tuanya, satu hal yang ingin ia capai bagaimana bisa melihat Kota Makassar lebih bertambah maju nyaman, bersih dan tentram.
Bahkan saat ditanya oleh penulis untuk beralih profesi, dengan senyumannya yang khas dia mengaku tidak ingin lagi berganti pekerjaan walaupun ada orang yang tawarkan pekerjaan lain.
Ada beberapa faktor menjadi alasan Dg. Rasiang diantaranya gaji yang sudah lebih dari cukup, tempat tinggal sangat dekat dengan tempat kerja dan jam kerja yang santai hanya sampai pukul 10.00 Wita.
Namun yang paling penting menurut Dg Rasiang adalah persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan kerja bersama rekan hingga camat.”Kalau ada diurus gampangmi, saya juga bangga bisa berteman dengan Pak Camat dan Pak Lurah,” kata Dg. Rasiang.
Meski jam kerja hingga pukul 10.00 wita saja, tetapi DFg Rasiang kadangkala baru beranjak pulang ke rumahnya pukul 23.00 Wita. Dia lebih banyak nyambi membantu warga yang membutuhkan tenaganya.
Itupun dilakukannya setelah tidak ada lagi perintah dari aparat kecamatan dan memastikan segala urus telah beres.”Saya selalu siap siaga jika ada panggilan dari pak camat meski malam hari. Termasuk bersyukur jika ada warga yang membutuhkan tenaganya, sebab kadang mendapat imbalan,” jelasnya.
Bahkan yang paling susah dilupakan oleh Dg. Rasiang adalah perlakuan bosnya alias Camat Tallo yang sangat gaul dan bersahabat dengan dirinya dan rekan-rekannya. Bahkan dirinya pernah diajak liburan sekaligus hiburan di luar Makassar bersama seluruh petugas kebersihan.
Sementara Camat Tallo, Zainal Andi Takko saat ditemui penulis di halaman kantornya mengatakan bahwa pihaknya memiliki trik tersendiri dalam menjaga kesolidan dan kesetiaan para petugas kebersihannya.
Pihaknya senantiasa membangun komunikasi yang intens, tidak menganggap sebagai bawahan, memahami kebutuhan sesuai dengan hak dan kewajiban, bangun hubungan emosional dan refresing.
“Kita bangun komunikasi, kita tidak pernah menganggap bahwa mereka adalah pekerja saya, Kita juga memahami kebutuhan mereka sesuai dengan hak dan kewajiban mereka, kita bangun hubugan emosional dan refresing bersama,” Kuncinya.

Exit mobile version