MAKASSAR, BKM–Perseteruan masih tetap terjadi di jajaran kader Partai Hanura Kota Makassar. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Makassar HM Yunus yang terpilih pada Muscab lalu masih terlihat bersiteru alias baku bombe dengan dua legislator Hanura Makassar yakni Shinta Masita Moulina dan Mustagfir Sabri yang masih belum mengakui Yunus sebagai ketua DPC.
Pasalnya pasca pelantikan sebagai ketua DPC, HM Yunus belum menampakkan diri di kantor DPRD Makasar, sehingga jarang bertemu dengan dua kader tersebut. Selain itu, dua legislator yang ketika ditanya perihal perseteruannya dengan Yunus, baik Shinta maupun moses masih ogah berkomentar.
“Semua aman-aman dinda, terima saja,”singkatnya sambil berlalu cepat dan menunjukkan sikap malas menanggapi kepemimpinan Yunus di Hanura, Selasa (3/5).
Sementara itu, Sekretaris DPD Hanura Sulsel, Waris Halid menegaskan, setelah pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC Hanura Makassar itu dilaksanakan tidak ada lagi masalah di partai bentukan Wiranto ini, sebab tidak ada teguran dari DPP. “Terus terang dari DPD dan DPP ada persoalan di Makassar, terkait ada perpecahan Muscab. Karena tidak ada surat dari DPP untuk menegur Muscab Makassar, begitupun sampai badan kehormatan,” jelas Waris.
Menurut adik kandung Nurdin Halid itu, pengukuhan HM Yunus menjadi ketua DPC berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang ditanda tangani Ketua DPD Hanura Sulsel H Ambo Dalle yang diambil berdasarkan keputusan DPP Hanura. “Makanya kami anggap sudah zero. Ini juga sudah lama dan sudah tidak ada masalah di Makassar. Tidak ada lagi kasus, makanya kami yakin sudah sesuai dengan peraturan DPP dengan menunjuk kepengurusan Yunus yang sah,”ungkap Waris.
Adapun dua kader yang masih berselisih paham dinilainya hanya perbedaan pendapat. “Kami yakin hal itu hanya merupakan perbedaan pendapat saja, Wajar-wajar saja,” tambahnya.
Apalagi sebelumnya ketua DPC Yunus ingin memberikan teguran yang membuat dua kader tersebut tambah geram, namun diindahkan oleh DPD yang mencoba menganalisa teguran DPC. “Tidak seperti itu kami cuman beri surat teguran saja,”singkat Waris.
Namun teguran tersebut masih diindahkan sehingga diterbitkan SP pertama, namun Waris menyatakan jika masih menampakkan sikap seperti tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan menerbitkan SP 2. “Tapi kalau masih menoleh, maka kita akan PAW kan keduanya jika tidak ada kesadaran,”kata Waris. (ita/rif)