MAKASSAR, BKM — Aksi penyerangan kafe kembali terjadi di Makassar. Kali ini penyerangan terjadi di Cofe Coffinfo di Jalan AP Pettarani, Senin (2/5) sekira pukul 22.30 Wita.
Akibat persitiwa ini, pemilik kafe bernama Sugianto alias Anto (31) dan dua orang rekannya mengalami luka robek pada wajah.
Dalam keterangannya, Sugianto mengaku peristiwa ini terjadi saat ia menyuruh mantan karyawannya bernama Andi Wahyuni datang ke kafe melalui psan Black Barry Masengger (BBM). Saat tiba di kafe, Andi Wahyuni malah hendak memukul salah satu karyawan Sugianto. Karena nyaris baku hantam, Sugiarto pun berusaha melerai dengan menarik baju Wahyuni. Tidak terima diperlakuan seperti itu, Wahyuni malah menampar Sugianto.
Tak lama Wahyuni pulang dan situsasi kembali kondusif. Namun selang beberapa menit saja, belasan orang berboncengan menggunakan sepeda motor tiba-tiba datang ke kafe milik korban sambil teriak “Kurang ajar, mana itu orang yang pukuli perempuan” teriak salah satu pelaku. Akibatnya situasi kafe berubah mencekam. Seluruh pengunjung lansung berhamburan menyelamatkan diri.
Sugianto yang tinggal dengan beberapa rekannya kemudian menjadi sasaran dari para pelaku. Beruntung korban tak sampai tewas akibat pengeroyokan tersebut. Namun Sugianto mengalami luka sobek pada bagian muka akibat terkena senjata tajam,
Usai dianiaya, korban langsung melapor ke Mapolsek Panakkukang. Dihadapan polisi, Sugianto mengaku, dirinya dikeroyok lantaran masalah salah seorang karyawannya bernama Andi Wahyuni tak terima lantaran dipecat.
Adapun rekan Sugianto yang ikut jadi korban masing-masing, Nur Arfa (22), warga Jalan Veteran Selatan serta Andi Irwan (22), warga Jalan Landak Baru Lorong 56 Nomor 2.
“Saya sama temanku dikeroyok pak sama preman. Jumlahnya belasan orang. Saya yakin mereka berteman dengan mantan karyawati saya yang sudah saya pecat. Karena mereka sempat cari orang yang katanya pukul perempuan. Sebelumnya memang ada keributan antara mantan karyawan itu dengan karyawan saya yang masih aktif, tapi tidak sampai dipukuli ji pak,” kata Sugianto.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Wahyudi Rahman membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya sejauh ini masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
“Keterangan korban sudah kita terima. Kita masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ungkap Kapolsek. (ish-ril)