GOWA, BKM — Kurang memadainya faslitas layanan RSU Syekh Yusuf antara lain karena kondisi sarana tempat tidur kurang memadai dibanding jumlah pasien rawat inap yang meningkat setiap hari, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi tersebut.
Salah satu solusinya yakni menghadirkan lima Puskesmas Rawat Inap di lima kecamatan yang berkondisi jauh dari ibukota kabupaten. Rencananya proyek pembangunan lima puskesmas tersebut dimulai awal Septmber mendatang.
Diantaranya, Puskesmas Rawat Inap yang segera didirikan adalah di wilayah Kecamatan Parangloe yang kapasitasnya diharapkan mampu melayani kebutuhan layanan pengobatan kepada masyarakat Parangloe dan sekitarnya.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Senin (9/5) kemarin pagi telah melakukan penandatanganan prasasti pembangunan gedung rawat inap Puskesmas Parangloe tersebut di saat kunjungan kerjanya di Kecamatan Parangloe.
Pembangunan gedung rawat inap merupakan kebijakan Pemkab Gowa untuk mamaksilmalkan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. ” Kita akan menjadikan semua puskesmas yang belum rawat inap agar bisa melayani rawat inap. Sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengakses layanan kesehatan,” kata Adnan.
“Selama ini puskesmas selalu merujuk pasiennya ke RSUD Syekh Yusuf. Kondisi ini membuat RSUD kelebihan kapasitas. Karena itu kita harus mengurai kepadatan pasien sehingga salah satu solusinya menjadikan semua puskesmas di Gowa menjadi rawat inap,” tandasnya.
Selain itu, direncanakan juga untuk membuat rumah sakit tipe C di Kabupaten Gowa sebagai penyokong keberadaan RSUD Syekh Yusuf yang sudah bertipe B.
Tak hanya Kecamatan Parangloe, di hari yang sama, Adnan juga mengunjungi masyarakat di Kecamatan Pattallassang, Manuju dan Bungaya. Kunjungan ini disertai Wakil Bupati, H Abd Rauf Malaganni serta Muspida dan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. (sar-ril)