SENGKANG, BKM — Direksi baru Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wajo Energi Jaya PT (WEJ) terus berusaha agar Pembangkit Listrit Tenaga Mesin Gas (PLTMG) bisa segera beroperasi agar bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemkab Wajo.
Selama terbentuk, BUMD tidak pernah meraup untug dan malah menumpuk utang hingga Rp4 miliar. Jika mengacu pada hitung-hitungan direksi, penghasilan perbulan bisa mencapai Rp10 juta per bulan.
“Kalau harga listrik 9 ribu lebih per kwh, maka hitungan kasarnya kenutungan bisa didapat Rp 10 juta per bulan,”ujar anggota Komisaris BUMD, Amir Hamzah.
Amir mengatakan, gas sebesar 4 MMCDF harus dimanfaatkan. Karena rugi bila alokasi 4 MMCDF tak bisa digunakan.
“Inilah yang menjadi tantangan direksi baru untuk menyelesaikan masalah ini. Kami berharap PLTMG bisa berjalan,” ujar Amir.
Direktur Utama BUMD Baso Kone mengatakan untuk membagun PLTMG ini perlu waktu delapan bulan. Makanya dengan waktu yang sangat mepet ini, PT Humpuss bisa segera membentuk konsorsium seperti arahan PLN.
Pihaknya memberikan deadline kepada PT Humpuss hingga 20 Mei menyelesaikan masalah konsorsium. Bila tidak, pihaknya akan memberi peluang kepada perusahaan lain.
“PT Humpuss tidak memenuhi syarat untuk membagun PLTMG. PT Humpuss punya dana tapi tidak punya pengalaman mengelola PTMG makanya harus menggandeng perusahaan lain atau konsorsium,” tegas Baso Kone. (ilo/C)