MAKASSAR, BKM– Ujian Nasional (UN) kelompok kerja madrasah (KKM) MTs Biringkanaya diikuti 1.014 peserta. Sebanyak 390 siswa MTsN Biringkanaya, 624 orang utusan dari 12 KKM madrasah sub rayon Biringkanaya. Tiga belas KKM MTs itu, adalah MTs Negeri Biringkanaya, MTs Al-Amin, Insan Unggul, AL-Fachriyah, At. Tsaubat, Radiayatul Adawiyah, Addariah, An-Nashar, Tq Azhar Center, Al Bashirah, Ummu Kalsum, An – Nur dan Pondok Madinah.
Ini disampaikan Ketua Panitia UN 2015-2016, Kamaluddin dan Kepsek MTs Negeri Biringkanaya, Luqman MD, SAg SE, MM sesaat setelah menerima pemantau Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sulsel, H Ali Yafid serta Kepala Kementerian Agama Kota Makassar, Iskandar Pellang., Senin (9/5) di MTsN Biringkanaya. Baik Kamaluddin maupun Luqman MD, menyebut UN serentak Senin s/d Kamis (9-12/5) itu merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dengan UAMBN (ujian akhir madrasah berstandar nasional), yang dilaksanakan Kementerian Agama RI beberapa waktu sebelum UN ini. Tujuannya, nilai akhir hasil UAMBN dikombinasi dengan nilai ujian Nasional, selaku penentuan lulus setiap siswa. Sedangkan nilai yang dicantumkan dalam ijazah adalah nilai akhir ujian nasional dikombinasi dengan nilai madrasah.
Menurut Luqman dan Kamaluddin, keterkaitan antara Mapel (mata pelajaran) UN dengan Mapel UAMBN adalah kalau Mapel UN terdiri , Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA, maka Mapel UAMBN meliputi, Al Quran Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih, SKI (sejarah kebudayaan Islam) dan Bahasa Arab. Jadi Mapel ini yang menjadi ukuran indeks prestasi tinggi dengan soft skill nya juga bagus, jelasnya.
Luqman, kandidat Pascasarjana program S3 UMI Makassar itu mengatakan, sisi lain kegiatan UN-UAMBN sekaligus merupakan sebagai suatu pertanggungjawaban akademik kepada para siswa, orangtua dan masyarakat pada umumnya. Hal ini memberikan makna bahwa para pengelola dan pelaksana MTs telah menenuaikan tugas akademik dan ini juga bermakna bahwa kami telah mengantar anak-anak kita untuk memasuki suatu era baru dalam perjalanan hidupnya ke jenjang sekolah lanjutan berikutnya. (zai/war)