Site icon Berita Kota Makassar

PD Pasar Diduga Hambat Pedagang

MAKASSAR, BKM–Pengembang Makassar Mal dari PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) memastikan Makassar Mal sudah bisa dioperasikan saat Bulan Suci Ramadan. Apalagi, progres pembangunannya sudah tahap perampungan.

Hanya saja, yang menjadi kendala diakui pihak PT MTIR, para pedagang yang berjumlah 3.109 yang sempat menempati lapak atau stand sementara di luar Makassar Mal belum masuk ke dalam lods.
Ini dikarenakan, pihak Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya meminta PT MTIR untuk tidak memasukkan dulu pedagang.
“Yang jelas pihak kami dari PT MTIR sudah siap mengoperasikan Makassar Mal. hanya saja, pedagang belum bisa menempati lods karena adanya permintaan dari PD Pasar untuk tidak memasukkan para pedagang. Alasannya-pun kurang jelas,” tegas Kuasa Hukum PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), Fanny Anggreani saat dihubungi BKM, Rabu (18/5).
Fanny yang juga advokat senior di Makassar ini menambahkan, PT MTIR sejauh ini sudah mendata seluruh pedagang yang bakal menempati lost yang ada di dalam Makassar Mal. Bahkan saat ini menurutnya, para pedagang sudah bisa mengisi atau menempati lost yang ada Makassar Mal sesuai target yang diberikan MTIR jelang Ramadan.
“Kita sudah mendata semua pedagang yang akan dimasukkan ke dalam Makassar Mal, tapi pihak PD Pasar sendiri melarang kita untuk memasukkan pedagang dengan alasan masih ada beberapa pedagang yang belum terdata. Padahal, kita sudah mendata dan sudah siap memasukkan pedagang jelang Ramadan,” tegas Fanny.
Terkait hal itu, ia berharap ke pihak PD Pasar untuk segera memasukkan para pedagang yang telah didata oleh MTIR. Apalagi, seluruh pedagang yang telah didata berdasarkan kepemilikan sertifikat lost yang ada.
“Kita ini sudah siap menerima pedagang masuk, tapi PD Pasar yang belum mau. Kita juga sudah data pedagang yang memiliki sertifikat, sementara untuk pedagang yang mengaku sertifikatnya terbakar masih bisa menyerahkan fotocopy sertifikatnya sebagai bukti,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam membantah jika dirinya melarang para pedagang untuk masuk mengisi lost yang ada di Makassar Mal. Justru dia meminta kepada pihak MTIR untuk tidak asal berbicara terkait pelarangan itu.
“Saya tidak pernah melarang pedagang masuk ke dalam Makassar Mal, tanya itu pihak MTIR jangan asal bicara,” kata Rahim.
Bahkan ujar Rahim, ia justru berharap jika seluruh pedagang Pasar Sentral mengisi lost yang sudah lama dikerjakan apalagi menjelang memasuki bulan puasa.
Dia juga berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan memasukkan para pedagang ke lost yang telah ada dan meminta ke pihak MTIR untuk tidak menerima pedagang dengan setengah-setengah.
“Dalam waktu dekat atau mungkin besok (hari ini) saya arahkan pedagang masuk ke dalam Makassar Mal. Tapi saya tidak mau kalau ada pedagang yang dapat lost ada yang tidak, karena saya mau semua pedagang harus didata dan mendapat lost,” tegasnya.
Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengaku menyayangkan tidak adanya jalan keluar bagi pedagang untuk bisa segera menempati lods di dalam Makassar Mal. Rencananya, dewan akan memanggil pihak PT MTIR dan PD Pasar Makassar Raya dan asosiasi pedagang dan pemilik ruko pekan depan untuk rapat dengar pendapat (RDP) terkait kisruh tersebut.
Hal tersebut dikatakan Sekertaris Komisi B DPRD Kota Makassar, William Laurin. Menurut William pembahasan pada RDP nanti bertujuan untuk bisa menemukan titik terang dengan banyaknya masalah maupun kisruh di Makassar Mal.
Selain membahas beberapa permasalahan itu, lanjut William, dewan juga akan menagih hasil kajian tim independen yang telah melalui proses pendataan agar bisa diterima oleh pedagang.
” Tim independen itu tergabung dari MTIR, PD Pasar dan Pedagang yang dibentuk pada RDP bersama Komisi B sebelumnya. Tim independen bekerja untuk mengkaji nilai lost yang berada di pasar sentral,” kata William, kemarin.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B, Hasanuddin Leo, menuturkan, dalam RDP mendatang, semua pihak diwajibkan bisa menghadiri rapat.”Kita mau lengkap untuk membahas semua permasalahan ini, agar tidak ada lagi permasalahan dibelakang hari,” ucapnya.(arf-ita/war)

Exit mobile version