LUWU, BKM — Baju berwarna hitam dengan logo palu arit, bergambar salah satu pemimpin di Asia Timur. Baju tersebut diperoleh salah seorang warga MR dari salah satu penjual cakar di Belopa
Kepada BKM, MR Kamis (19/5) mengaku jika baju tersebut sudah dimilikinya jauh hari sebelum isu PKI kembali marak.
“Baju ini sudah lama, saya suka karena diatasnya ada gambar Bintang mirip ikon film Star Wars. Setelah isu Palu Arit heboh saya lihat baju itu ternyata ada logo palu aritnya. Sementara di belakangnya ada tulisan mirip tulisan China. Saya dapatkan ini sudah lama dari penjual Cakar di Pasar Belopa,” tutur MR kemarin.
Dia menambahkan kasus ini hebohnya lambang Palu Arit dirinya enggan lagi menggunakan pakaian tersebut. Bahkan MR ingin menyerahkan baju tersebut ke Polres Luwu agar tidak menjadi masalah bagi dirinya dikemudian hari.
“Saya tidak mau ada apa-apa hanya karena persoalan baju ini, untuk itu saya menginginkan agar Baju ini diambil pihak kepolisian saja. Apalagi saat ini pihak penegakan hukum sedang hebohnya terkait loko palu arit yang identik dengan Komunis,” lanjutnya.
Kemarin MR telah menyerahkan baju kaos berlogo palu arit itu kepada Satuan Intelkam Polres Luwu di salah satu Warkop di Belopa.
Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuar Insan kepada BKM mengatakan pihaknya serius untuk meberantas PKI jika ada di Kabupaten Luwu. Menurutnya, saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi adanya gerakan PKI di Kabupaten Luwu, namun pihaknya intens melakukan pemantauan soal itu.
“Kami serius untuk memantau ini, apalagi sudah ada perintah dari Pimpinan. Terkait pencegahan dan pemberantasan tentu kita akan kordinasikan dengan Dandim serta pihak kejaksaan, karena merupakan tugas bersama. Yang jelas kalau ada yang coba sebarkan faham tersebut akan ada tindakan tegas,” ujar perwira dengan pangkat dua melati dipundak itu.
Kapolres berharap agar masyarakat bisa proaktif memberantas faham PKI. Dia menghimbau masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan kepada polisi jika ada di wilayahnya. (wan/C)