GOWA, BKM — Mursalim, seorang bendahara SMPN 1 Parangloe serta istrinya, Umiyati yang juga adalah Kepala SMPN 1 Parangloe, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa mengaku dirampok usai mencairkan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) sebesar Rp100 juta, Kamis (19/5) sekira pukul 14.00 Wita.
Anehnya perampokan yang berlangsung siang bolong dekat SPBU Jalan Agussalim, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa terbut tidak diketahui warga sekitar.
Mursalim usai kejadian mengaku menempatkan uang tersebut di jok kursi bagian tengah. Menurutnya uang tersebut diambil setelah pelaku memecahkan kaca pintu mobil pada bagian tengah sebelah kiri.
Namun sejumlah pedagang yang berada di lokasi kejadian mengaku tidak melihat, apalagi mendengar adanya kegaduhan seperti layeknya orang yang dirampok.
”Iye tidak ada suara keributan di sekitar sini kalau dibilang ada perampokan. kami tidak melihat adanya insiden perampokan itu. Tidak ada juga orang yang berteriak-teriak. kan biasanya kalau ada orang dirampok atau dijambret pasti berteriak minta tolong, ini tidak ada sama sekali,” aku sejumlah pedagang di dekat lokasi kejadian.
Mursalim ditemui melapor di Mapolres Gowa memberikan keterangan serta membawa bukti mobil Toyota Kijang warna biru DD 1209 BZ, miliknya yang mengalami pecah kaca di bagian pintu tengah sebelah kiri.
Dihadapan petugas, Mursalim mengaku tidak sempat berteriak untuk meminta tolong karena menurutnya dia panik sekali dan merasa kehilangan. yang dia lakukan hanya langsung melaporkan kejadian ke Polres Gowa. Saat kejadian Mursalim bersama istrinya bernama Umiyati yang juga adalah Kepala SMPN 1 Parangloe. Umiyati pun mengaku syok karena kejadian yang baru menimpanya. Kini keduanya berada di Polres untuk memberikan keterangan atas kejadian itu.
“Saya memang tidak sempat teriak karena di pikiran saya hanya itu uang yang di bawa kabur oleh pelaku. Makanya saya langsungji saja melapor ke polisi,” aku Mursalim.
Menurut Mursalim, usai mencairkan dana BOS milik sekolahnya, dirinya bersama istrinya langsung menuju Jalan Andi Tonro Sungguminasa kemudian belok ke Jalan Agussalim dengan maksud untuk mengisi bahan bakar mobilnya. Usai mengisi bahan bakar mobilnya pun bergerak meninggalkan SPBU tersebut. Disaat itulah Murslaim mengaku mendengarkan kaca mobilnya dipecahkan dari luar oleh orang lalu mengambil tas berisi uang BOS di jok tengah.
Sementara Paur Humas Polres Gowa, Ipda Isyamsah kepada media mengatakan, kasus ini sementara dalam proses pihak penyidik di Satuan Reskrim Polres. Korban Mursalim pun tengah dimintai keterangan seputar kejadian yang dialaminya yang diakui telah dirampok sekeluarnya dari SPBU Jl Agussalim tersebut. ”Korban sedang dimintai keterangan dan mobil korban telah kita diamankan untuk keperluan penyelidikan,” jelas Ipda Isyamsah. (sar-ril)
Kepsek dan Bendahara Sekolah Dirampok
