Site icon Berita Kota Makassar

Aksi Kelompok Bertopeng Terus Memakan Korban

MAKASSAR, BKM — Kelompok bertopeng kembali beraksi. Dua pemuda pengendara motor yang berboncengan menjadi sasaran. Mereka terkena anak panah di bagian punggungnya.
Saat kejadian, kedua pemotor itu tengah melintas di Jalan Cendrawasih, depan Pasar Senggol, Minggu (22/5) sekitar pukul 04.45 Wita. Kedua korban masing-masing bernama Muhammad Reza (19), warga Jalan Tanjung Dangkai nomor 3A. Ia membonceng rekannya, Hardianto (20), warga Jalan Bantabantaeng, depan Kantor Lurah Mandala.
Beruntung, saat terkena anak panah, keduanya tak langsung jatuh dari motor yang dikendarainya. Mereka masih sempat tancap gas dan berhasil lolos, ketika pelaku tengah beraksi. Dengan dilengkapi senjata busur, mereka menyasar para pengendara sepeda motor secara membabibuta.
Ketika meloloskan diri, anak panah masih tertancap di punggung korban. Karena terus merasakan sakit, korban langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk meminta pertolongan medis.
Ditemui di RS Bhayangkar, korban menjelaskan ihwal kejadian yang menimpanya. Saat itu ia melintas di Jalan Cendrawasih. Tiba-tiba sekelompok pemuda yang menggunakan penutup wajah langsung menyerangnya.
”Saya tidak mengenali wajah mereka. Namun saat beraksi, jumlahnya sekitar sembilan orang. Mereka menyerang saya di depan Pasar Senggol,” ujar korban Reza.
Selain Reza bersama temannya yang dipanah, ia juga sempat melihat korban lainnya yang terkena anak panah di bagian kaki. ”Ada juga korban lain selain saya dan temanku. Korban itu terkena panah di bagian kakinya. Kemungkinannya, jika korban terjatuh terkena panah, pelaku berpura-pura menolong lalu mengambil harta bendanya. Itu dugaan saya,” ujar Reza.
Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, korban berencana melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Mariso. Ia berharap pelaku bisa segera ditangkap.
Sebelumnya, aksi kelompok bertopeng juga berlangsung, Rabu (18/5) lalu. Saat itu korbannya seorang perempuan bernama Fitriani Nursyam (21), warga Jalan Kancil Utara. Para pelaku diperkirakan berjumlah belasan orang.
Peristiwa itu dialami korban saat berada di depan Toko Alfa Mart, Jalan Rappocini Raya. Korban mengakui, saat beraksi para pelaku hanya berjalan kaki sambil membawa berbagai jenis senjata tajam.
“Pelaku melakukan aksinya menggunakan penutup wajah dilengkapi senjata busur, badik dan parang. Mereka menutup wajahnya dengan kain. Tiba-tiba saja mereka menghampiri dan merampas tasku. Karena ia berbuat kasar, saya kemudian melawan. Tapi pelaku langsung menikam saya. Saya hanya bisa pasrah,” ungkap korban saat menceritakan kejadian yang dialaminya.
Akibat penikaman itu, korban mengalami luka pada lengan kanan. Selain itu, pelaku juga menggasak harta korban berupa dua unit HP merek Oppo warna putih dan Nokia warna hitam, sertauang tunai Rp1,7 juta.
Selain itu, juga ada surat-surat penting seperti SIM C, KTP, NPWP dan kartu BPJS yang turut dibawa kabur pelaku. Kasus tersebut dilaporkan korban di Mapolsek Rappocini
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono yang dikonfirmasi, tidak menampik adanya aksi pemuda bertopeng yang terus memakan korban. Khusus untuk pelaku yang beraksi di depan Pasar Senggol berhasil ditangkap, setelah polisi melakukan pengejaran.
”Pelaku yang membusur dua korban depan Pasar Senggol telah tertangkap. Namun, anggota masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” kata Rusdi, kemarin.
Polisi masih mengembangkan kasus ini dan mengejar komplotan pelaku. Hanya saja Rusdi belum menyebutkan berapa jumlah pelaku yang berhasil diamankan.
”Kami masih memeriksa pelakunya. Kasus ini akan kami rilis setelah melakukan proses pemeriksaan terhadap para pelaku,” tandasnya. (ish/rus)

Exit mobile version