Site icon Berita Kota Makassar

BAB Berdarah tidak Selalu Ambeien

IST Winda Anugrah

MAKASSAR, BKM — Pada sistem pencernaan manusia dimulai dari mulut, lalu kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar (kolon), rektum dan berakhir di dubur. Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang bersifat ganas. Bisa mengenai organ apa saja di tubuh manusia. Bila menyerang di kolon, maka disebut kanker kolon. Bila mengenai di rektum, maka disebut kanker rektum. Bila mengenai kolon maupun rektum maka disebut kanker kolorektal.
Kanker kolon sebagaimana sifat kanker lainnya, memiliki sifat dapat tumbuh dengan relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan di sekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh. Di antaranya ke lever, paru-paru, dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.
Rektum adalah organ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses sebelum dikeluarkan melalui anus. Penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi atau Buang Air Besar (BAB). Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar.
Dimana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika pembuangan feses tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi atau wasir dan pengerasan feses akan terjadi. Kolon berfungsi menyerap air dan juga penyerap nutrisi yang belum sepenuhnya diserap bagian usus halus dan untuk mendorong limbah menuju kebagian rektum.
Angka prevalensi penderita kanker kolorektal menunjukkan peningkatan setiap tahun. Kanker ini merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat kejadian tinggi. Penyakit ini dapat mengancam keselamatan pria wanita tua maupun muda. Gelaja khas seperti BAB berdarah sering sekali diartikan sepihak masyarakat sebagai keluhan ambeien. Tanpa melakukan pemeriksaan terperinci, masyarakat seringkali melakukan pengobatan sendiri. Padahal, sebenarnya gejala BAB berdarah punya indikasi bermacam-macam.
Bisa karena terjadi peradangan usus atau yang lebih ekstrim lagi mengindikasikan adanya kanker kolorektal. Tingginya kasus ini juga diperparah dengan pergeseran trend usia penderita kanker. Jika sebelumnya kanker kolonorektal banyak diderita usia 50 tahun ke atas, kini penyakit tersebut banyak mendera kaum muda dan usia produktif. Termasuk anak-anak. Kondisi ini tentu tak lepas dari perubahan life style dan pola makan tidak sehat, seperti terlalu banyak makan makanan berlemak, berbahan toksik, dan kimiawi.
”Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor pemicu antara lain karena perubahan pola makan, peradangan usus, faktor usia, terlalu banyak makanan berlemak, kurang konsumsi serat dan faktor keturunan,” kata Winda Anugrah, Konsultan Klinik Tramedica Ratu Givana, kepada BKM di kliniknya, Jalan Topaz Raya 2, Blok F No.50 Panakkukang, Makassar, akhir pekan lalu.
Cukup disayangkan jika selama ini konsumsi sayur dan buah belum begitu membudaya di masyarakat. Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ‘hijau-hijauan’ ini perlu ditumbuhkan. Bahkan sejak usia anak-anak. Mereka perlu diperkenalkan dengan sayur dan buah sejak dini. Kanker Kolorektal banyak terjadi di bagian usus besar (kolon) dan hampir jarang terjadi pada bagian usus halus. Sebanyak 60 persen benjolan kanker ini terjadi di bagian rectum dekat anus. Itulah sebabnya mengapa para penderita kanker ini mengeluh kesulitan BAB. Karena pada bagian itu terhalang benjolan kanker.
Di Klinik Tramedica Ratu Givana, mempunyai solusi untuk masyarakat yang ingin mencegah secara dini tumor dan kanker. Di Tramedica mempunyai racikan ekstrak herbal yang dapat mencegah terjadinya tumor dan kanker. Untuk menghasilkan pengobatan yang baik, sebelum datang berobat ke Klinik Tramedica, pasien hendaknya melakukan pemeriksaan dulu ke laboratorium. Hasil dari ujilab tersebut dijadikan bahan untuk menganalisis metode pemberian racikan herbal kepada pasien.
”Metode penyembuhan di Klinik Tramedica menggunakan ekstrak herbal terstandar internasional yang terbukti mampu menghancurkan dan mematikan sel jaringan kanker yang aktif dalam tubuh. Ramuan ekstrak herbal sudah diriset dan diuji klinis di berbagai negara maju dan didatangkan langsung dari negara-negara penghasil herbal terbaik. Seperti Mongolia, Brasil, Singapura, dan Tiongkok (Guang Zhou). Tramedica sudah berpengalaman selama 15 tahun lebih dalam mengobati tumor dan kanker. Sebelum di Indonesia, Tramedica sudah lebih dahulu berkembang di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Brunai Darussalam. (mir)

Exit mobile version