SETIAP orang tua menginginkan anak yang dilahirkan sempurna, sehat, dan pintar, agar bisa menjadi manusia unggul yang dapat dibanggakan. Namun, mungkin masih terbatas yang tahu bahwa untuk menghasilkan generasi unggul, orang tua harus mempersiapkan jauh hari, bahkan sebelum masa kehamilan terjadi.
Laporan: Rahmawati Amri
PRENAGEN menangkap kebutuhan tersebut dengan menggelar Prenagen Pregnancy Educational Journey untuk para calon orang tua. Kegiatan digelar di Grand Clarion Hotel & Convention, Minggu (22/5).
Kegiatan ini dikemas sangat menarik dan interaktif dengan menghadirkan sejumlah pakar. Bahkan dibuka kelas-kelas edukasi dan konsultasi bagi para calon ibu dan ibu hamil, dan tentu saja agenda inti, interaktif talkshow.
Kegiatan ini, menurut Senior Product Manager Prenagen, Sianne Permadi, merupakan salah satu rangkaian kampanye “Prenagen Peduli, Ibu Sehat, Indonesia Sehat” di tahun 2016.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian Prenagen dalam menyadarkan calon orang tua pentingnya nutrisi dan stimulasi di awal 1.000 hari pertama kehidupan si kecil, dan pada akhirnya dapat membantu menurunkan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.
Banyak yang menarik dalam kegiatan tersebut. Para calon ibu dan ibu hamil dibuat melek pentingnya mempersiapkan kehamilan untuk mendapatkan generasi unggul.
Dalam kelas edukasi persiapan kehamilan yang dibawakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan Konsultan Fetomaternal, Dr dr Hj Isharsyah Sunarno, SpOG (K) misalnya, dikupas tuntas apa saja yang harus dipersiapkan calon ibu yang merencanakan kehamilan.
Isharsyah mengemukakan, yang paling penting dilakukan adalah menjaga asupan nutrisi sebelum kehamilan. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan kaya gizi dan mengandung asam folat atau vitamin B9. Asam folat termasuk salah satu mikronutreun, yakni zat makanan yang dibutuhkan dalam jumlah kecil namun sangat penting.
Dalam interaktif talkshow dengan tema; Siapkan Awal Kehidupan Terbaik si Kecil yang dipandu Mona Ratuliu, dr Boy Abidin,SpOG (K), mengatakan seribu hari pertama kehidupan kehamilan adalah periode 1.000 hari sejak terjadinya pembuahan di dalam kandungan, hingga anak berusia dua tahun.
Periode itu disebut periode emas atau golden period. 1.000 hari yang dimaksud terdiri atas 270 hari (9 bulan) selama kehamilan, dan 730 hari (dua tahun) kehidupan sejak bayi dilahirkan. Periode ini disebut juga periode kritis, yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik, dapat menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen.
“Karena pentingnya 1.000 hari pertama kelahiran pada anak, perlu diketahui hal apa yang dapat mengancam periode tersebut,” ungkapnya.
Malnutrisi atau dikenal dengan kurang gizi, merupakan penyebab kematian 2,6 juta anak setiap tahunnya di seluruh dunia. Jutaan anak juga hidup dengan gangguan fisik dan kognitif, karena mereka tidak memperoleh nutrisi yang cukup pada 1.000 hari pertama kelahirannya. Harus ada tindakan yang dilakukan pada ibu yang sedang hamil serta pada anak itu sendiri.
Enam prinsip utama dalam pencegahan malnutrisi pada ibu dan anak, adalah memenuhi suplementasi asam folat dan zat besi, pemberian air susu ibu (ASI), konsumsi makanan pendamping ASI yang kaya nutrisi, suplementasi vitamin A, pemberian zinc saat anak diare, serta menjaga kebersihan, air dan sanitasi. (*/rus)
