MAROS, BKM — Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang menilai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Maros rawan konflik. Itu ia sampaikan saat memimpin rapat dengan jajaran Muspida di ruang pola kantor Bupati Maros, Senin (23/5).
Harmil mengatakan, meski Pilkades adalah pesta demokrasi yang hanya berskala kecil, namun potensi konfliknya dinilai cukup besar, karena persaingan perebutan jabatan Kades biasanya melibatkan antar sesama keluarga.
“Biasanya lawan dalam Pilkades itu satu keluarga, satu kampung ji’. Makanya konflik antar keluarga sangat rawan dalam Pilkades, “ujarnya.
Harmil mengimbau kepada seluruh calon yang akan bertarung agar bersaing secara sehat dan menang secara sehat pula.
Sementara itu, Kapolres Maros AKBP Lafri Prasetyono mengatakan untuk mencegah terjadinya konflik dalam desa, Polres Maros bersama Kodim dan jajaran Danramil melakukan koordinasi dengan Kesbangpol serta tim ditingkat desa. Pihak Polres juga melakukan penelusuran rekam jejak untuk pemetaan potensi konflik.
“Kita berharap dan optimis Pilkades Maros dapat berjalan lancar tanpa konflik yang berarti,” pungkasnya.
Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes) Andi Muchsin mengatakan, pihak Pemdes telah mengeluarkan surat edaran ke panitia agar bertindak sesuai aturan. Dia juga meminta agar tidak ada intervensi baik pemerintah desa ke panitia maupun sebaliknya.
Muchsin menyebut, saat ini tahapan Pilkades telah sampai pada tahap masing-masing desa melakukan verifikasi wajib pilih. “Usai verifikasi selanjutnya menetapkan daftar pemilih sementara kemudian ditetapkan menjdi daftar pemilih tetap,” bebernya.
Pendaftaran calon kades akan digelar pada bulan Juli mendatang dan pemilihan berlangsung pada 7 Agustus mendatang. (ari-ril)