Site icon Berita Kota Makassar

Kursi Aru Mulai Digoyang

MAKASSAR, BKM–Kursi Ketua DPRD Makassar yang diduduki Farouk M Betta mulai digoyang pasca pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Hal ini lantaran Aru-panggilan akrab Farouk M Betta yang mendukung Syahrul Yasin Limpo (SYL) kalah dari Setya Novanto (Setnov), Ade Komaruddin dan Aziz Syamsuddin.
Kader yang mencoba menggoyang kursi Aru disebut berasal dari pendukung setia Nurdin Halid yang sangat dekat dengan Setnov.
Dua kader Gokar di legislatif, Abdul Wahab Tahir dan Rahman Pina banyak disebut menginginkan kursi Aru sebagai ketua dewan.
Selain itu, beredar kabar bahwa sebelumnya diinternal Golkar sempat ada perjanjian antara Aru dan kader Golkar lainnya di DPRD Makassar, untuk berbagi jabatan setengah periode.
Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Irianto Ahmad saat dikonfirmasi, Senin(23/5) kemarin mengaku tidak mengetahui adanya perjanjian tersebut. Namun soal adanya kemungkinan pimpinan DPRD digantikan dengan kader lain, Irianto yang juga Direktur Utama (Dirut) PD Parkir itu mengatakan memang ada kemungkinan. Hanya saja, hal tersebut harus dibicarakan lebih dulu dipartai. “Itu masih akan kita pelajari di partai soal kemungkinan perombakan pimpinan di DPRD Makassar,”jelas Irianto.
Wakil ketua DPD I Golkar Sulsel, Arfandi Idris mengatakan, perombakan pimpinan di DPRD sepenuhnya ada di DPD II Golkar Makassar, dengan beberapa pertimbangan. “Itu kewenagangan DPD II yang memutuskan, baru kemudian direkomendasikan ke DPD I dan DPP,”jelas Arfandi.
pemerhati politik Luhur Prianto menilai berubahnya konstalasi politik di internal partai berlambang pohon beringin rindang ini bisa saja lantaran Nurdin Halid yang mendapat posisi strategis di DPP Golkar sebagai Ketua harian. “Peluang juga bisa berpengaruh pada penempatan kader di posisi terategis di legislatif. Nurdin bisa saja melakukan intervensi, meski barisan loyalis komandan juga pasti merespon dengan perlawanan,”jelas Luhur.
Meski dua nama yang mengemuka yakni Wahab dan Rahman Pina, namun Nurdin lebih dekat kepada Wahab. Dikonfirmasi terpisah, Wahab maupun Aru, sama-sama memilih bungkam dan irit bicara soal isu perombakan struktur pimpinan di DPRD Makassar. “Jangan mi saya bicara ade, hubungi maki pak Arfandy atau sekretaris Golkar Makassar pak Irianto Ahmad,”kata Wahab. (ita/rif)

Exit mobile version