Site icon Berita Kota Makassar

PDAM Bangun Pompa Intake Sistem Rakit

GOWA, BKM — Hingga kini armada mobil tangki masih menjadi solusi penanganan krisis air bersih bagi para pelanggan air bersih di wilayah Kecamatan Barombong dan Bajeng Barat.
Kesulitan layanan air bersih ini lantaran volume air baku di sungai Jeneberang di wilayah isapan pompa intake milik Instalasi Kecamatan Kota (IKK) Barombong masih saja mengalami surut sehingga pompa intake sulit menyedot air baku untuk masuk ke bak produksi milik IKK Barombong tersebut.
Selama dua pekan ini, pihak armada tangki air PDAM Gowa eksis melayani pelanggan. Layanan mobil tangki ini dipastikan oleh Dirut PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal kepada BKM, Senin (23/5) siang akan segera berakhir setelah pemasangan pompa dengan sistem rakit ini akan segera ramping dua hari ini.
“Dalam dua hari ini pompa intake yang kami bangun dengan menggunakan sistem rakit akan ramping dan bisa segera dipergunakan. Namun selama pompa sistem rakit ini tengah dikerjakan kita tetap memberikan pelayanan melalui mobil tangki,” kata Hasanuddin mengakui bahwa krisis air bersih ini bukan karena krisis air baku hanya saja kondisi pompa intake menggantung dari permukaan air sungai sehingga mesti ditanam lagi di kedalaman air. Hal ini akunya terjadi karena surutnya permukaan air baku.
Dikatakan dirut, selama hampir dua pekan pelanggan air bersih di wilayah Barombong, Bajeng Barat dan Pallangga sempat terganggu. Produksi IKK Barombong yang besarnya 40 liter per detik, hanya mampu memproduksi 20 liter per detik saja. Kondisi produksi yabg sangat terbatas ini membuat pihaknya harus bekerja keras melakukan upaya perbaikan pompa intake sambil berharap pihak Balai Pompengan segera pula memperbaiki lima unit bendung karet di muara laut di Desa Tamalayyang, Kecamatan Barombong yang rusak sejak beberapa pekan ini.
Pelanggan air bersih PDAM dalam wilayah cakupan IKK Barombong mencapai sekira 11 ribu pelanggan. “Kurang optimalnya layanan kami karena pompa intake tidak menyentuh air baku apalagi permukaan air. Pompa atau pipa intake ini menggantung hingga 20 cm tingginya dari air. Karena itu sejak Selasa 3 Mei lalu aliran air di kran pelangga terhenti sebab tidak ada air baku yang bisa kita kelola di bak penjernihan,” jelas Hasanuddin Kamal.
Kendati begitu, Hasanuddin Kamal memastikan dalam dua hari ke depan, pompa intake sudah bisa berfungsi menyedot air baku sehingga IKK Barombong bisa beraktivitas kembali mengolah aor baku menjadi air bersih. (sar-ril)

Exit mobile version