GOWA, BKM — Puluhan warga Pattallassang yang tergabung dalam Forum Masyarakat (Forma) Pattallasang mendatangi Mapolres dan kantor DPRD Gowa, Senin (23/5).
Kedatangan mereka, yakni mendesak pihak kepolisian untuk tidak mengeluarkan izin kegiatan penobatan Raja Gowa di istana Balla Lompoa, yang rencananya digelar kubu Andi Maddusila pada 29 Mei nanti.
Di Mapolres, para pengunjukrasa diterima oleh Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Henri Noveri Santoso di ruang Humas Polres Gowa. Dihadapan pihak Polres, Forma Pattallassang dengan tegas meminta pihak polisi tidak memberikan peluang dan menolak pelantikan Raja Gowa dan mencegah kegiatan penobatan raja tersebut.
Kompol Henri Noveri Santoso menjelaskan, tuntutan para pendemo akan dilaporkan ke Kapolres untuk disikapi karena mereka menuntut agar surat izin keramaian tidak dikeluarkan.
“Tentunya pihak kami terlebih dahulu mengkaji tahapan dan mekanisme sebelum dikeluarkan surat izin dan tentunya ada beberapa aspek yang akan kami pertimbangkan baik jumlah tamu yang akan hadir dan kelancaran lalin juga harus perhatikan. Jika misalnya melibatkan massa yang ribuan, maka pihak polres akan mengarahkan ke Polda,” tegas Henri.
Usai berorasi di Polres, massa Forma Pattallassang bergerak ke DPRD Gowa dan melakukan orasi yang sama selama 30 menit. Aksi ini tetap dikawal puluhan aparat Kepolisian Polres Gowa. (sar-ril)