ENREKANG,BKM — Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) Cabang Kecamatan Curio menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Enrekang, Selasa (24/5). Kekurangan guru di SMA tersebut bahkan hingga tujuh mata pelajaran dinilai tidak adil
“Ada kelas yang satu semester tidak pernah belajar matematika karena tak ada gurunya, ini bukan satu saja tapi ada tujuh mata pelajaran yang gurunya tidak ada. Dimana keadilan dalam penempatan guru. Ada sekolah yang menumpuk,tapi ditempat kami justru berkurang gurunya,”teriak Muslim selaku korlap aksi.
Terpisah, Mustakim alumni SMA 1 Curio mengakui jumlah guru yang berstatus PNS di SMA 1 Curio juga terbilang minim, untuk memenuhi kebutuhan guru bahkan ikut dipekerjakan 13 tenaga sukarela yang diantaranya ada yang berstatus wali kelas.
“PNS juga kurang, bagaimana mau berkualitas mengajarnya. Tenaga sukarela jumlahnya banyak sampai 13 bahkan ada yang jadi wali kelas. Sulit pelajar kita akan bersaing keluar jika ilmu yang diajarkan minim,”kesal Mustakim.
Sekertaris Dinas Pendidikan Enrekang Mustafa, menjelaskan jika dalam pengurusan personil, sarana, dan prasarana SMA dan SMK bukan lagi wewenang kabupaten tapi sudah dialihkan pengurusannya ke Provinsi tertanggal 30 Maret 2016 lalu.
Tapi Mustafa berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke provinsi. ”Kami berterima kasih atas kritikan ini. Kabupaten tetap akan mengevaluasi penempatan guru demi menciptakan kurikulum belajar yang berkualitas,”jelas Mustafa.
(her/C)