Site icon Berita Kota Makassar

Pelanggaran Lalulintas Didominasi Pelajar

JENEPONTO, BKM — Satuan Lalulintas Polres Jeneponto menggelar sosialisasi tertib lalu lintas dalam rangka Operasi Patuh 2016 ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP). Salah satu imbauan dalam sosialisasi itu, yakni larangan mengendarai sepeda motor untuk pelajar tingkat SMP.
Adapun sosialisasi Operasi Patuh 2016 di sekolah mengingat tingginya tingkat pelanggaran lalu lintas yang didominasi oleh oknum pelajar.
“Bagi anak-anakku para pelajar SMP tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor ke sekolah, dengan alasan karena belum cukup umur untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM),” imbuh Kasat Lantas Polres Jeneponto, Iptu Ribi, usai di SMP Negeri 1 Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin (23/5).
Imbaua ini, kata Ribi, guna menghindari potensi kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan pelanggaran oleh pengedara di usia dini.
“Kita sama-sama membudayakan tertib lalulintas di jalan raya dengan cara mematuhi semua peraturan lalu lintas saat berkendara. Jadi hal yang paling penting adalah dengan menggunakan helm pengaman. Untuk anak-anak ku kalau ke sekolah mending dibonceng sama orang tuanya saja,”
imbuh Ribi lagi.
Hal sama ditujukan bagi orang tua siswa agar tidak mengizinkan anaknya menggunakan sepeda motor dan disarankan agar mengantar anaknya ke sekolah, guna meminimalisir kecelekaan yang banyak merenggut nyawa.
“Saya mengajak para siswa untuk tertib dalam berkendara agar tercipta keamanan, keselamatan dalam berlalu lintas, apalagi kini sedang gencarnya melaksanakan Operasi Patuh 2016 dan bagi orang tua kita sarankan agar tidak mengizinkan anaknya menggunakan sepeda motor ke jalan umu,” ucap Ribi.
Sementara itu, Guru Badan Pembina (BP) SMP 1 Binamu, Gafur menyambut positif sosialisasi yang digelar Satlantas Polres Jeneponto.
“Apa yang disarankan pak Kasat Lantas itu benar. Kami juga telah melarang semua pelajar untuk tidak mengendarai sepeda motor. Jika ditemukan, kami tahan sepeda motornya, kemudian kami panggil orang tuanya agar diberi pembinaan,” jelas Gafur. (krk-ril)

Exit mobile version