Site icon Berita Kota Makassar

Siang ke Sawah, Malam Masyarakat Berswadaya

TERINGAT program yang diluncurkan pemerintahan orde baru berjuluk AMD atau ABRI Masuk Desa, kini program tersebut diperbaharui menjadi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). TMMD ke-96 tahun 2016 ini tengah berlangsung pada delapan desa di delapan kecamatan di Kabupaten Gowa.
Program TMMD yang tengah berlangsung di Kabupaten Gowa sejak dicanangkan pada 1 Mei 2016 dipastikan selesai pada 30 Mei dan akan diresmikan pada 1 Juni 2016 mendatang. Dalam kegiatan ini ada tiga sasaran yang dikerjakan masing-masing sasaran fisik meliputi pembuatan saluran irigasi, pembuatan jalan tani, peningkatan jalan desa (paving block), pemasangan gorong-gorong, pembuatan plat deuker dan perkerasan jalan.
Sasaran non fisik meliputi penyuluhan deradikalisasi dan terorisme, penyuluhan pertanian, penyuluhan KB dan HIV/AIDS, penyuluhan bela negara dan penyuluhan hukum. Sedang sasaran tambahan yakni pembuatan poskamling, pembuatan jamban dan pengecatan masjid.
Banyak manfaat yang tercipta selama TMMD berlangsung. Masyarakat begitu antusias bahu membahu bersama anggota TNI mengerjakan yang menjadi sasaran kerja dalam program TMMD tersebut. Bahkan Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Willy Brodus Yos Rohadi menilai bahwa kegiatan ini justru menumbuhkan swadaya masyarakat yang cukup besar. Bayangkan saja, pada siang hari mereka mengoptimalkan mengerjakan ladang dan sawahnya, nanti pada malam hari mereka berpartisipasi aktif turun meratakan tanah untuk pembuatan jalan tani membantu anggota tentara dan warga lainnya.
Salah satu desa yang menjadi pemantauan pelaksanaan TMMD ini yakni Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya. Desa yang berjarak tempuh sekira 40 kilometer dari kota Sungguminasa ini membangun jalan tani sepanjang 400 meter.
Jalan tani ini sangat didambakan oleh para petani setempat. Hal itupun menjadi pemicu syukur Kepala Desa Bontomanai, Nurdin K. Dia mengaku bangga dan sangat bersyukur sebab desanya bisa terpilih menjadi lokasi TMMD delapan desa yang ditunjuk.
Jalan tani ini menurut Nurdin sangat besar manfaatnya bagi petani serta dalam rangka jalur pemasaran hasil bumi. ‘’Makanya, masyarakat disini sangat antusias turut berswadaya membantu, saling membahu bersama sebab apa yang dilakukan di desanya ini akan dirasakan sendiri manfaatnya oleh masyarakat,’’ terang kades.
Hal lain yang menjadi kesyukurannya sebab, dalam program TMMD ini masyarakatnya juga banyak dibekali pemahaman yang akan mendongkrak wawasan mereka untuk bertambah luas. Berbagai penyuluhan diperoleh masyarakat guna meningkatkan paham terhadap arti kesehatan, arti kegotongroyongan serta hal sosial lainnya.
Sekarang jalan tani sudah ada dan sudah diratakan dengan timbunan sirtu. Meski lebar jalan tani hanya 2,5 meter namun faedah dari keberadaan jalur perlintasan pertanian ini sangat menunjang petani kelak. ‘’Lihat maki tidak lagi becek seperti dulu saat awal mau dikerja. Pak Bupati Gowa saja turun meninjau lokasi ini sebelumnya. Lumpurnya banyak sehingga menyulitkan petani membawa hasil panennya keluar,’’ terang Nurdin lagi sembari berterima kasih atas adanya TMMD.
Selama proses pengerjaan jalan tani di Bontomanai ini, warga dibantu 11 anggota TNI masing-masing tujuh anggota Kodim Gowa dan empat dari Batalyon 726 Tamalatea Jeneponto. Selama berbakti dalam TMMD di desa itu, para anggota ini ditempatkan di rumah warga. Sinergitas pun terjalin baik. Banyak pengetahuan yang diperoleh warga sebab pekerjaan fisik disisipi penyuluhan berbagai sektor.
Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Willy Brodus Yos Rohadi, mengatakan, fokus dari kegiatan ini lebih 80 persen dikerjakan untuk jalan tani. Hal itu didasari karena penduduk Gowa mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Para warga desa pun mulai berkembang salah satu contohnya, kebiasaan membuang kotorannya secara bebas dan tidak sehat, kini mereka dibantu membuat jamban yang lebih sehat sehingga sanitasi lingkungannya lebih terjaga dan sehat.
Letkol Willy juga mengakui jika TMMD ini telah menumbuhkan rasa yang besar di kalangan masyarakat desa. Keberadaan para anggota TNI di desa telah memantik partisipasi mereka yang lebih tinggi dan nyata. Seperti halnya saat pembuatan jalan tani sepanjang 400 meter dengan lebar 2,5 meter di Bontomanai. Fisiknya kini sudah memasuki 80 persen lebih. Termasuk tiga unit poskamling yang sebentar lagi rampung.
Yang membuat Letkol Willy kagum adalah upaya keras warga bersama anggota TNI mengerjakan jalan tani secara manual. Bayangkan saja pengerasan jalan yang menggunakan batu-batu besar ini bisa dikecilkan secara manual tanpa bantuan permesinan apapun. ‘’Mereka memecahkan batu besar itu menjadi serpihan sedang dan kecil untuk dijadikan latar jalanan. Inilah rasa swadaya yang besar makna dan manfaatnya itu,’’ jelas Dandim yang hoby motret dan menulis ini.
Dengan sokongan APBD Gowa sebesar Rp 1.214.790.583 dari anggaran milik TNI yang hanya berkisar dua ratusan juta lebih itu, diharapkannya mampu merampungkan TMMD di delapan kecamatan secara baik dan tepat waktu. Karena itupun Dandim kelahiran tahun 1976 ini berharap seluruh personil yang diturunkan kurang lebih 150 orang secara gabungan itu mampu menunjukkan aksi dan kolaborasi terbaiknya dengan masyarakat di lokasi pekerjaannya.
‘’Kami selalu tanamkan berbuat baik, tulus dan ikhlas sehingga tidak ada kata dongkol sedikitpun dalam menjalankan tugas. Kita ketahui bersama bahwa TNI AD itu punya tugas pokok yakni OMP (operasi militer perang) dan OMSP (operasi militer selain perang). Kegiatan TMMD inilah yang menjadi bagian dari OMSP tersebut,’’ tambah Dandim.
Program TMMD ini terlaksana pada delapan kecamatan yakni Kecamatan Bungaya, Kecamatan Somba Opu, Kecamatan Bontolempangan, Kecamatan Barombong, Kecamatan Parigi, Kecamatan Biringbulu, Kecamatan Tombolopao serta Kecamatan Bajeng. (*)

Exit mobile version