DI BERBAGAI tempat, tak terkecuali di Sulawesi Selatan dan Makassar, banyak anak-anak yang kini gandrung dengan senjata mainan rakitan sendiri. Tanpa disadari, ternyata senjata-senjataan ini cukup berbahaya.
Laporan: Purmadi
APARAT Satuan Lalulintas Polres Sidrap mengamankan sedikitnya lima pucuk senjata mainan, Selasa (24/5). Kelimanya disita dari tangan anak-anak Sekolah Dasar (SD) di sekitar lokasi Pasar Sentral Pangkajene.
Penyitaan senjata mainan itu dilakukan menyusul laporan seorang ibu rumah tangga bernama Marwati (32). Ia mengadu kepada salah seorang anggota Satlantas, Brigadir Polisi (Brigpol) Andi Affang yang sedang berpatroli.
Mirnawati mengadu karena anak perempuannya yang berumur 5 tahun terkena batu di bagian leher belakang yang menyebakan luka. Ibu tiga anak ini menyebutkan, putrinya merintih kesakitan lantaran ditembak senjata mainan teman sepermainannya.
“Ini tembakan di leher anak saya berbekas, Pak. Bahaya memang itu senjata mainan, Pak. Ini akibatnya anak saya, untung tidak kena matanya,” keluh Marwati kepada petugas Satalantas tersebut, kemarin.
Usai menerima laporan lisan korban, Brigpol Andi Affang langsung mengamankan senjata mainan yang dipegang murid SD yang sementara bermain tembak-tembakan.
“Memang sangat berbahaya ini senjata mainan, karena pelurunya dari batu kecil dan peluru jenis butiran gotri (panabur). Ada tujuh buah kami amankan,” kata Andi Affan, Selasa (24/5).
Menurut Brigpol Andi Affang, permainan senjata jenis itu sedang tren di kalangan anak-anak di Sidrap. Mainan tersebut dibeli dengan harga antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per pucuk, tergantung jenis dan tipenya.
Adapun bahannya terbuat dari pipa plastik ukuran setengah inci dengan laras yang panjangnya berkisar 20 centimeter.
”Kalau ditembakkan dan mengenai sasaran, rasanya pedis saat terkena kulit. Yang bahaya kalau kena mata, bisa-bisa korban mengalami kebuatan,” lontar Andi Affang.
Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar yang dihubungi terpisah, berjanji akan melakukan razia terhadap senjata mainan yang banyak dipakai anak-anak saat ini.
“Iya, saya sudah terima laporan warga kalau ada permainan senjata seperti itu. Nanti kita cek, karena katanya memang membahayakan,” tegas Kapolres, via selulernya kemarin.
Untuk itu, Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat, utamanya orangtua agar melakukan pengawasan kepada anaknya agar tidak bermain dengan senjata rakitan mainan. (*/rus)
