Site icon Berita Kota Makassar

Ketua RT Tewas di Sungai

MALILI, BKM — Warga Dusun Wulasi, Desa Cerekang, Kecamatan Malili Buhari Mansur (65) ditemukan nelayan di Sungai Malili dalam keadaan tidak bernyawa lagi dengan luka sobek di bagian dahi, Rabu (25/5) sekitar pukul 06.30 wita pagi kemarin.

Korban yang juga merupakan Ketua RT Ujung Baru Desa tersebut sebelumnya dikabarkan hanyut saat memancing di Sungai Malili, Selasa (24/5) sekitar pukul 07.00 wita pagi kemarin.
Saat ditemukan tak bernyawa oleh nelayan, korban langsung dievakuasi dengan cara dibaringkan diatas gabus kemudian ditarik menggunakan perahu tradisional jenis bala – bala.
Saat mayat korban tiba dikediaman mertuanya dijalan Titang, desa Balantang, kecamatan Malili, para keluarga terlihat menangis dan histeris. Para warga didesa setempat itu dengan cepatnya berkumpul menyaksikan mayat lelaki parubaya itu.
Warga setempat, Millong dg Maroa mengatakan, korban sebelumnya berniat memancing disungai Malili ini, entah mengapa tiba – tiba dikabarkan tenggelam.
“Kemungkinan terpeleset di kapal, terbentur dan jatuh ke sungai karena ada darah keluar dibagian kepalanya,” ungkap Millong, di rumah duka.
Sebelum ditemukan nelayan, Hamriani (32), warga dipinggiran sungai ini mengaku sempat melihat korban tengah mengangkat tangannya dari dalam sungai.
Karena paniknya, dirinya langsung berlari keluar rumah dengan niat meminta tolong namun tidak ada satupun warga yang mendengar teriakan itu.
“Waktu itu saya sementara mencuci piring dibelakang rumah dan tiba – tiba melihat ada tangan dari dalam sungai, saya langsung meminta tolong,” ungkap Hamriani, warga desa Balantang yang ditemui di kediamannya.
Ditemui ditempat duka, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Malili, Iptu Hasyim mengatakan, pihak kepolisian sudah mendatangi pihak korban dengan niat untuk melakukan otopsi namun keluarga korban menolak.
“Keluarga korban telah menolak untuk di otopsi tetapi kita sudah melakukan identifikasi dan memvisum korban,” ungkap Hasyim.
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata Hasyim, pakaian dan alat mancing korban telah ditemukan dan diamankan. Sementara, nelayan menemukan korban dalam keadaan telanjang.
“Korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan terdapat luka sobek pada bagian dahi. Diperkirakan korban akan turun membuang air namun terpelesek dan dibawah oleh arus,” ungkap Hasyim.
Kini, korban sudah dimakamkan di tempat pemakaman di Desa Cerekang, Kecamatan Malili, Luwu Timur. (alp/C).

Exit mobile version