JAKARTA, BKM–Empat Anggota DPR-RI asal Sulsel secara bersamaan didaulat fraksinya masing-masing untuk menjadi Juru Bicara dalam Sidang Paripurna Pokok-Pokok Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017, di Gedung Nusantara II DPR-RI, Senayan-Jakarta, Kamis (26/6).
Keempat legislator tersebut adalah Hamka B Kadi (Fraksi Partai Golkar), Akmal Pasluddin (Fraksi PKS), Amir Uskara (Fraksi PPP), dan Mukhtar Tompo (Fraksi Partai Hanura).
Pada paripurna tersebut, Mukhtar menyoroti perlunya transformasi pendapatan negara selain sektor pajak. Ia mencontohkan, perlunya mendorong Pertamina sebagai BUMN pemegang hak tunggal dalam pengelolaan migas nasional. “Selama ini, Pertamina hanya dipercaya untuk mengelola sekitar 15 persen cadangan migas nasional, tapi mereka mampu menyumbang 23 persen produksi migas nasional,” tandas Mukhtar.
Pemerintah, sambung Mukhtar, belum memiliki strategi untuk membuka kawasan-kawasan eksplorasi migas baru, bahkan terkesan mengabaikan potensi kawasan eksplorasi yang pernah ditemukan.
“Misalnya, Blok Karaengta yang pernah ada di Kabupaten Jeneponto, satu-satunya Kabupaten yang masih dikategorikan tertinggal di Sulawesi Selatan. Padahal jika potensi minyak tersebut diekplorasi, dapat merubah status Kabupaten tersebut. Jika hal tersebut dimaksimalkan, maka dapat menggerakkan perekonomian nasional,”jelas mantan legislator Hanura Makassar ini. (ita/rif)