MAKASSAR, BKM–Empat anggota DPR RI asal Sulsel tidak masuk dalam struktur pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Munaslub yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Keempat wakil rakyat tersebut yakni Andi Rio Pandjalangi, Syamsu Bachri, Markus Nari dan Andi Fauziyah Pujiwatie Hatta. Sementara satu wakil rakyat lainya yakni Hamka B Kadi mendapat posisi sebagai ketua bidang pemenangan pemilu wilayah Sulawesi.
Selain itu, tokoh asal Sulsel yang bergabung dalam kabinet Setya Novanto (Setnov) yang berjumlah 75 orang yakni HAM Nurdin Halid, Idrus Marham, Eka Sastra, Erwin Aksa, Ibnu Munzir, Hakim Kamaruddin, Ulla Nuchrawaty, Ali Mochtar Ngabalin dan Andi Nursyam Halid.
Terkait nama-nama yang belum terakomodir dalam struktur pengurus harian, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mengakui merupakan hasil kerja tim formatur. Sejumlah anggota DPR RI dan tokoh Golkar lainnya tetap masuk dalam struktur pengurus pleno DPP Golkar. “Ada pengurus pleno yang akan diisi sejumlah anggota dewan dan tokoh partai,”ujar Idrus, Kamis, (26/5).
Dengan munculnya pengurus dalam kabinet Setnov yang tidak memasukkan nama Syahrul Yasin Limpo (SYL), semakin memenuhi harapan para ketua DPD II Golkar di Sulsel agar komandan tetap memimpin Golkar di Sulsel. “Kita berharap pak Syahrul tetap memimpin Golkar Sulsel,”ujar sekretaris DPD I Golkar Sulsel H Pangerang Rahim kemarin.
SYL juga mengaku tidak kecewa namanya tak diakomodir dalam pengurus harian.
“Iya katanya saya ndak masuk. Tidak ada kekecewaan sama sekali. Saya itu start bukan karena jabatan,” ujar SYL usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Karebosi Link, Kamis (26/5).
Dia menekankan, dirinya ikut bertarung di Munaslub karena idealisme. Dia ingin berkontribusi menghadirkan partai yang kuat. Itu sudah dilakukannya secara maksimal.
Namun, dia menyayangkan, komitmen agar semua calon yang maju di Munaslub lalu terakomodir, ternyata tidak dilakukan. Apalagi sejak awal dia berharap Munaslub menjadi bagian dari rekonsiliasi partai.”Namun itu juga tidak membuat saya terlalu resah,” ungkapnya.
Dia hanya bisa berharap, setelah formatur DPP Partai Golkar terbentuk, semua bisa bekerja maksimal untuk membesarkan partai.
Terkait desakan ketua DPD II agar SYL kembali maju di Musda belum difikirkannya. “Saya tunggu hasil konkret dari Munaslub dulu baru akan keluar juklak-juklak tentang Musda. Pasti akan terjadi, tapi butuh waktu. Tidak harus sekarang dibicarakan,”jelas SYL.
Gubernur Sulsel dua periode ini mengaku ingin konsentrasi menjalankan tugas di pemerintahan. “Tapi tidak berarti masalah lain saya perhatikan, termasuk politik. Nanti kita bicara saat ini belum waktunya saya bicara soal Musda, sebab saya mau konsentrasi dulu menit by menit bukan hari by hari,”pungkasnya. (rhm/rif)