MAKASSAR, BKM– Ratusan pakaian untuk pegawai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Makassar yang dijahit di Armaeda Tailor, Jalan Kakatua bersoal.
Pasalnya, pemesanan untuk dua stel pakaian yakni Pakaian Dinas Harian (PDH) dan Linmas belum juga kelar. Padahal, pakaian tersebut telah dipesan selama hampir setahun atau pertengahan 2015 lalu.
Bahkan, anggarannya-pun telah disiapkan dan bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2015.
Hal ini terkuak setelah puluhan pegawai Dispenda Kota Makassar ramai-ramai mendatangi penjahit Armaeda Tailor, Kamis (25/5) siang.
Malahan yang lebih mengejutkan pegawai, dari pengakuan pihak penjahit Armaeda Tailor ternyata biaya untuk pengadaan satu stel pakaian hanya sebesar Rp250 ribu, sementara yang dianggarkan Dispenda sebesar Rp600 ribu per stell.
“Berulang kali kita ke penjahit menanyakan kapan pakaian selesai dijahit, ternyata belum jelas kapan. Bahkan kita menemukan info kalau harga satu stell pakaian hanya Rp250 ribu, sementara yang dilaporkan penanggungjawab di Dispenda sebesar Rp600 ribu per stell,” jelas pegawai Dispenda yang ingin dirahasiakan namanya.
Ia menambahkan, pegawai tidak mempersoalkan apakah anggarannya berbeda atau tidak. Hanya saja, yang terpenting kata dia, pakaian dinas untuk pegawai bisa segera kelar untuk bisa digunakan beraktivitas di kantor.”Baju kita rata-rata sudah tua dan usang, kita butuh pengadaan baju yang baru agar lebih fress bekerja,” harapnya.
Sementara itu, menyikapi keluhan dan temuan dari pegawai Dispenda, Kepala Sub Bagian Perlengkapan Dispenda Kota Makassar, Haryanto Tjanning saat dihubungi BKM mengatakan, Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar telah membayarkan anggaran pengadaan pakaian seragam dinas pegawai sebanyak ratusan juta.
“Kita sudah bayarmi itu dipenjahitnya. Nilai anggarannya perpasang Rp500 ribu. Sementara pakaian dinas yang akan dibuatkan sebanyak 268 pasang, untuk pakaian dinas PDH dan Pakaian Linmas. Itu anggaran 2015,” jelas Haryanto.
Bahkan, Haryanto meminta agar permasalahan ini tidak diungkit lagi, karena ia mengaku sudah koordinasikan dengan pihak penjahit.”Janganmi dimediakan dek. Nanti lagi muncul masalah. Sebenarnya soal ini sudah sejak tahun lalu dan bahkan pihak inspektorat sudah lakukan pemeriksaan,” jelas Anto sapaan akrabnya.
Anto juga mengatakan tahun 2016 ini Dispenda akan menganggarkan pakaian dinas sebanyak 275 stell untuk pakaian Linmas. Dan kemungkinan Agustus baru dilaksanakan.”Janganmi lagi dipermasalahkan itu, selesaimi. Memang tahun lalu anggarannya dan sampai sekarang belum selesai. kita tunggu saja, kami juga sudah menyampaikan ke pihak penjahit,” katanya.(ucu-jun/war)