Site icon Berita Kota Makassar

PAN Tak Ingin Jadi Penonton di Pilgub

MAKASSAR, BKM–Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel tidak ingin menjadi penonton di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.
PAN ingin ada kader partai berlambang matahari terbit ini yang ikut berkompetisi memperebutkan kursi yang akan ditinggalkan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang. Tiga kader PAN yang memiliki jaringan yang cukup baik yakni Ashabul Kahfi, Andi Yuliani Paris dan Amran.
Untuk itu, lebih awal PAN yang mengontrol 9 kursi di parlemen Sulsel ingin membenahi struktur dengan memperkuat kepengurusan hingga ditingkat dusun atau lingkungan. Dalam dua kali Pilgub yakni 2007 dan 2013, PAN mengusung pasangan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang.
Wakil ketua DPW PAN Sulsel Usman Lonta mengaku meski struktur kepengurusan di wilayah belum secara resmi terbentuk, namun beberapa agenda partai mulai dirancang. “Tujuannya tak lain untuk menghadapi momen politik di Sulsel seperti Pilgub hingga Pileg 2019 nanti,”ujar Usman Lonta, Rabu (26/5).
Usman yang ketua baleg DPRD Sulsel ini mengungkapkan, PAN bakal tancap gas, dalam menghadapi berbagai moment politik di Sulsel.
Salah satu agenda utama adalah memperkuat struktur kepengurusan tingkat dusun atau lingkungan. Rencananya PAN akan menempatkan 20 pengurus di tingkat dusun, di seluruh DPC PAN se Sulsel.
“Hasil rakernas 2012 itu sebenarnya sudah dipetakan, bahwa kalau struktur sampai sub rayon atau rayon, maka pengurus se indonesia sampai 17 juta. Dengan asumsi, 20 orang per dusun,”kata Usman.
Legislator PAN Sulsel asal dapil Gowa-Takalar ini menambahkan, eksistensi partai ditentukan oleh kekuatan struktur partai hingga ditingkat bawah. Olehnya itu, program konsolidasi menjadi target kedepan untuk PAN Sulsel. “Yang jelas kita ingin meningkatkan struktur di tingkat dusung,” tambahnya.
Selain itu kata dia, yang tidak kalah pentingnya adalah kaderisasi di seluruh jenjang kepengurusan. Hal ini menurutnya sebagai tanggung jawab menggalang program-program partai, yang menjadi kekuatan menjelang pemilu. “Pendidikan politik di masyarakat, itu harus dikembangakn oleh parpol. Karena lemahnya pendidikan parpol, berakibat rapuhya demokrasi, terjadi politik uang, dan dikhawatirkan ada legislator yang lolos yang tidak paham tugas legislator,” jelasnya.
Sekretaris DPW PAN Sulsel, Jamaluddin Jafar menambahkan langkah awal pihaknya akan menjadwalkan pelaksanaan Musda PAN se-Sulsel berdasarkan Dapil. “Kalau pelaksanaan Musda itu kita akan usahakan secepatnya, dan nantinya kita akan rencanakan untuk dilaksanakan secara serentak berdasarkan dapil, agar mudah dijangkau,”jelas Jamaluddin yang juga ketua fraksi PAN DPRD Sulsel ini. (rif)

Exit mobile version