ENREKANG, BKM — Belum tuntas penanganan bencana longsor di Desa Parombean, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang kembali mengungsikan 30 jiwa warga Desa Sanglepongan Kecamatan Curio yang juga terkena bencana longsor Kamis (26/5). Desa tersebut bersebelahan dengan Desa Parombean Kecamtan Curio.
Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan 6 kepala kelurga dari Dusun Tongkonan Desa Sanglepongan terpaksa di ungsikan ke tempat yang aman. Pasalnya, runtuhan tanah longsor yang telah memasuki halaman rumah warga sejak bulan April yang lalu, kini semakin melebar. “Curha hujan yang tinggi sangat berisiko bagi warga,” kata Sudirman warga Dusun Tongkonan.
Hujan turun pada malam har lanjut Sudirmani, dirinya bersama istri dan dua anaknya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. “Rumah saya terancam terkena longsor. Makanya kalau malam beberap hari ini, kami ke rumah tetangga,” kata dia lagi.
Sejak bulan April yang lalu, saat awal bencana longsor terjadi pondasi rumah di bagian belakang milik Sudirman telah tertimbun. “Makanya, kalau hujan kami takut tinggal di rumah karena jangan sampai tebing yang ada di belakang kembali longsor dan menimbun rumah kami,” ungkap Sudirman.
Kepala Desa Sanglepongan, Tamrin Sinda, mengatakan jika 6 kepala keluarga diungsikan jika turun hujan. Sementara, yang memiliki risiko tinggi sebanyak 20 kepala keluarga dengan 94 jiwa. “Yang berisiko cukup banyak karena tempat kita ini bergunung dan lembah,” tuturnya sembari mengatakan sudah ada satu rumah yang di bongkar dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. “Rumah Pak Jamudin sudah kita pindahkan,” jelas Tamrin Sinda.
Kepala BPBD Enrekang, Benny Mansjur mengatakan, pihaknya sementara berkoordinasi dengan Bupati Enrekang sekaitan bencana tanah longsor di Desa Sanglepongan. “Kami sudah menyurat ke bupati terkait penanganan tanah longsor di Sanglepongan, khususnya penanganan bagi warga yang telah mengungsi,” kata Benny Manjsur. (her)