MAKASSAR, BKM — Pembantu Rektor (PR) III Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Samhi Muawan Djamal meminta agar mahasiswa yang terlibat dalam pembakaran kampus, dipecat saja. Sanksi drop out (DO) dinilai tepat.
”Kalau saya ditanya soal itu (sanksi), saya katakan, pecat saja yang melakukan pembakaran. Ini demi keadilan,” tegas Samhi di ruang kerjanya, Jumat (27/5).
Hanya saja, langkah tegas tersebut merupakan wewenang rektor melalui komisi disiplin. ”Kalau pemecatan harus melalui komisi disiplin, dan itu wewenang rektor,” ujarnya lagi.
Untuk sanksi yang lebih ringan, tambahnya, yakni skorsing. Pihak fakultas berhak melakukannya.
Pascapembakaran, pihak kampus menempuh proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Seperti rapat internal dengan menghadirkan seluruh stakeholder. Dia berharap, dua fakultas yang sempat terlibat bentrokan bisa kembali akur dan kembali berdamai.
Menyusul peristiwa ini, pihak kampus mengambil langkah preventif dengan meliburkan mahasiswa dan meniadakan perkuliahan selama dua hari, Jumat dan Sabtu (27-28/5). Kecuali Fakultas Kedokteran dan Al Birr, serta pelayanan administrasi yang tetap buka.
Dari pantauan BKM, kemarin, informasi libur tersebut dipasang di pintu gerbang masuk dan keluarkampus. Pintu gerbang masuk ditutup, sementara pintu keluar dijaga ketat petugas satpam.
Sebelumnya, aksi tawuran yang melibatkan mahasiswa Fakultas Sospol dan Teknik Unismuh di Jalan Talasalapang, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, pecah pada Kamis malam (26/5) sekitar pukul 19.45 Wita. Tawuran ini berujung pada dibakarnya sekretariat mahasiswa Sospol. Bangunan yang terbuat dari kayu itu ludes dilalap si jago merah.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat mahasiswa teknik yang berjumlah 15 orang mendatangi mahasiswa Sospol. Niatnya, mereka ingin meminjam alat-alat desain berupa gapura kecil.
Namun, permintaan itu tak digubris oleh mahasiswa Fakultas Sospol. Adu mulutpun tak terhindarkan.
Mahasiswa Fakultas Teknik kemudian melakukan penyerangan. Tak terima diserang, mahasiswa sospol membalas serangan. Keduanyapun terlibat saling serang. Sebagian diantara mereka ada yang menggunakan batu dan busur panah.
”Sebenarnya, pemicu aksi saling serang itu sepele. Hanya karena mahasiswa Fakultas Teknik yang berjumlah 15 orang mendatangi mahasiswa Sospol. Mereka ingin meminjam gapura-gapura kecil. Tapi mahasiswa Sospol tidak memberikannya. Keduanya kemudian terlibat adu mulut hingga terjadi penyerangan yang dilakukan mahasiswa Fakultas Teknik. Kemudian mahasiswa Sospol membalas menyerang, dan terjadilah saling serang,” terang Sahmi.
Setelah beberapa menit terlibat tawuran, sekitar pukul 19.45 Wita terjadi pelemparan bom molotov ke arah sekretariat sospol. Sesaat kemudian api langsung berkobar, karena sekretariat tersebut terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Api baru bisa dijinakkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Salah seorang petugas security Unismuh, Syarif (45) yang melihat langsung insiden tersebut, membenarkan kalau tawuran dipicu dari kedatangan mahasiswa Fakultas Teknik ke Fakultas Sospol.
”Kedatangan mahasiswa teknik itu untuk menanyakan ke mahasiswa jurusan pemerintahan terkait properti gapura-gapura yang terbuat dari kertas karton. Namun mahasiswa Sospol tidak menghiraukannya. Tidak lama kemudian, mahasiswa teknik datang lagi. Dengan bergurau, ada yang berteriak; tunggu saya ambil alat,” jelas Syarif.
Tidak lama kemudian muncul sekitar 30-an mahasiswa yang menyerang dengan membawa busur, parang dan senjata rakitan jenis papporo. Penyerangan inilah yang kemudian dibalas mahasiswa Fakultas Sospol.
Penjelasan serupa disampaikan Indra, Koordinator Keamanan Kampus Unismuh.
Aparat Polrestabes Makassar yang dipimpin langsung Kapolrestabes, Kombes Pol Rusdi Hartono dan Wakapolrestabes, AKBP Hotman Sirait didampingi Wakasat Reksrim, Kompol Trihambodo, serta Kapolsek Rappocini datang ke lokasi. Mereka kemudian melakukan penyisiran di dalam kampus. Sementara dua kubu yang bertikai langsung membubarkan diri.
Dari hasil penyisiran, diketahui jika sekretariat Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Sospol habis terbakar. Diperkirakan kerugian sekitar Rp30 juta.
Sedikitnya ada lima mahasiswa yang menjadi korban dalam insiden ini. Mereka mengalami luka akibat terkena anak panah.
”Tiga orang korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, sementara dua lainnya di Rumah Sakit Faisal,” kata Rusdi, Kamis malam (26/5).
Lima korban luka itu masing-masing Zulkifli (25), mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Elektro semester 10 yang berlamat di Jalan Bonto Duri 7. Dia mengalami luka akibat terkena anak panah pada bagian perutnya.
Supardi (20), mahasiswa Fakultas Sospol Jurusan Ilmu Pemerintahan semester dua, beralamat di Jalan Manuruki. Luka pada bagian ketiak sebelah kanan disebabkan karena terkena anak panah.
Yusuf (21), mahasiswa Fakultas Sospol jurusan Ilmu Pemerintahan semester 6, beralamat di Sekretariat Ilmu Pemerintahan Kampus Unismuh. Korban mengalami luka akibat tebasan parang pada jari telunjuk sebelah kanan.
Rahmat Suprianto alias Fian (19), mahasiswa Fakultas Teknik Sipil, beralamat di BTN Grand Cakra, Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, mengalami luka kena panah didbawah leher. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Haji, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Tri Wahyudin alias Wahyu (23), mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2011, beralamat di Jalan Sultan Alauddin Kompleks Resident Mas Blok A1 Nomor 7. Korban mengalami luka tebasan parang pada bagian lengan kirinya dan mendapat 3 jahitan.
Terkait peristiwa ini, polisi mengamankan tiga orang mahasiswa. Masing-masing Jusman ( 21) yang beralamat di Jalan Sultan Alauddin 2, Muh Achyar (21) warga Jalan Tala Salapang dan Zainuddin (20), beralamat di Jalan Sultan Alauddin 2. Ketiganya adalah mahasiswa Fakultas Sospol Jurusan Ilmu Pemerintahan.
Kapolsek Rappocini, Kompol Muari yang ditemui pascabentrok, mengimbau mahasiswa yang berada di dalam kampus untuk segera meninggalkan kampus dengan tertib.
”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kampus. Akhirnya disepakati untuk meliburkan mahasiswa selama dua hari, Jumat dan Sabtu (27-28/5),” ujar Muari. (ish/rus)
Pecat Saja Mahasiswa yang Bakar Kampus Unismuh
