MAKALE, BKM — Anggaran pembangunan tahun 2015 lalu banyak menuai masalah dan telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setelah melakukan audit beberapa waktu lalu.
Serikat Pemuda Toraja (SPT) Ikatan Mahasiswa Toraja Barat (IMTB) dan Senat Ekonomi UKI Toraja mendesak agar persoalan masa lalu tidak menjadi beban bagi pemerintahan saat ini.
Aktivis SPT Jens Batara Marewa, Sabtu (27/5) menyoroti sejumlah persoalan yang terus menjadi perhatian masyarakat Tana Toraja.
Seperti amburadulnya proyek didanai APBD dan DAK tahun 2015, juga persoalan mutu dan kualitas pendidikan terus merosot, kemacetan kota dan kejelasan kasus bandara Mengekndek menyebabkan kerugian keuangan negara Rp 21 milyar.
Kompleksnya persoalan ditabuh pemerintahan sebelumnya, lanjut Jesn tidak ada jalan lain dituntaskan karena jangan diwariskan kepada pemerintahan yang baru dikendalikan Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara dengan tagling Tana Toraja Unggul dan Sejahtera.
”Biarkanlah pemerintahan Sangmaneta menata hidup baru masyarakat Tana Toraja dengan konsep dan kebijakan berpihak kepada masyarakat, tanpa mengabaikan culture dan budaya serta adat istiadat Sangtorayan,” tegas Jens.
Tondok Lepongan Bulan Tana Matarik Allo, daerah yang diberkahi Tuhan panorama pariwisata indah dan kopi arabika terbaik di dunia. Tekad pemerintahan Sangmaneta menjalankan roda dan tata kelola pemerintahan dengan proses pembangunan lebih baik dan bersih, perlu mendapat dukungan dan respon sehingga diberi kesempatan melakukan kreasi dengan konsep pembangunan kekinian.
Asisten III Dice Kondorura dan Asisten II Very Bitticaca saat menerima para pengunjuk rasa berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada bupati untuk ditindak lanjuti. (gus/C).