Site icon Berita Kota Makassar

PKS Belum Tentukan Cawabup Syamsari

TAKALAR, BKM–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah memastikan mengusung penuh Syamsari Kitta sebagai calon Bupati Takalar, namun partai berlambang bulan sabit kembar ini masih terus berkutat pada proses penjajakan mencari calon wakil bupati yang dianggap kapabel menjadi tandem Syamsari.
Ketua Bappilu PKS Sulsel Sri Rahmi yang dikonfirmasi akan hal tersebut membenarkan jika PKS belum bersikap dan belum memutuskan pasangan Syamsari. “Belum ada pasangan cawabup Pak Syamsari, partai masih tengah berkonsolidasi dengan partai lain yang akan diajak berkoalisi, pasangan cawabup dapat terjawab setelah ada koalisi permanen dari partai lain,”ujar Sri Rahmi melalui pesan singkat, Minggu (29/5).
Hal senada juga ditegaskan Ketua DPD PKS Takalar, Hairil Anwar mengatakan bahwa sampai saat ini PKS masih belum dapat berbicara banyak tentang cawabup. Pasalnya, wilayah belum memutuskan akan hal tersebut, “Keputusan partai belum ada, mungkin dalam waktu dekat pasangan Pak Syamsuri baru kita sampaikan ke publik,”tandas Chairil Anwar yang juga wakil ketua DPRD Takalar .
Sementara itu, pesaing Syamsari yakni Burhanuddin Baharuddin semakin berpeluang menggandeng birokrat sebagai calon pendampingnya. Dua nama yang menguat untuk mendampingi petahana ini yakni sekkab Takalar Nirwan Nasruddin dan Kadis PU Takalar H Alimuddin Naja.
baik Nirwan Nasrullah maupun Alimuddin Naja telah melakukan sosialisasi termasuk dengan cara door to door. “Memang sampai saat ini H Burhanuddin belum menunjuk siapa yang akan jadi pendampingnya, tetapi bahasa tubuh bupati telah mengisyaratkan agar pendamping yang ingin bekerja sama memenangkan pertarungan pilkada untuk segera bekerja politik, nah lewat sosialisasi yang intens kami lakukan di sembilan Kecamatan merupakan bekal guna menghadapi pilkada Takalar nanti,”ujar Alimuddin Naja beberapa waktu lalu.
Ketua tim pemenangan Burhanudin, Fahruddin Rangga tak membantah jika calon pendamping kakaknya lebih memungkinkan berasal dari birokrat ketimbang politisi atau pengusaha. “Peluang birokrat lebih besar,”jelas Fahruddin yang juga anggota Komisi B DPRD Sulsel ini singkat. (ira/rif/c)

Exit mobile version