MAKASSAR, BKM–Formatur Partai Demokrat Sulsel yang diketuai Ni’matullah belum merampungkan struktur kepengurusan DPD Demokrat Sulsel setelah sepekan menggelar Musda, khususnya menetapkan kander yang akan diplot sebagai sekretaris DPD.
Untuk itu, anggota formatur Hidayat Hafid kembali memberikan gambaran terkait siapa yang berpeluang menjabat sekretaris. Menurutnya, untuk calon sekretaris DPD mendampingi Ni’matullah tidak menuntut kemungkinan calon akan diambil dari kalangan eksekutif atau legislatif.
Menurut dia, sekretaris yang akan ditunjuk nantinya akan berdasarkan dari track rekord atau kinerjanya selama berada di partai berlambang bintang mercy ini. “Tidak mesti legislator atau eksekutif yang akan menjabat sebagai sekretaris, tetapi semua kader berpeluang. Tentu dengan melihat track rekordnya di partai selama ini,” jelas Hidayat. Informasi yang dikumpulkan koran ini, lima kandidat masih tetap digodog untuk mendampingi Ulla-panggilan Ni’matullah yakni Andi Januar Jaury Dharwis, Andi Endre Mallanti Cecep Lantara, Zulkarnain Paturuni, Haidar Majid dan Syamsu Rizal. “Bisa saja salah satu dari mereka akan menjadi sekretaris, tetapi bisa juga mereka tidak ada yang diakomudir. Tergantung nantinya hasil rapat formatur,” paparnya.
Selain itu, pengurus DPD mendatang kemungkinan besar masih didominasi pengurus lama. “Mereka mampu membangun kebersamaan, dan ini sudah terlihat di bawah kepemipinan Pak Ulla sewaktu masih menjadi Plt ketua. Nantinya akan terlihat disitu siapa yang punya gagasan untuk bisa bekerja sama, punya waktu, dan mau bekerjasama membangun partai ini,” tambah Hidayat.
Soal jabatan sekretaris, ketua DPC Demokrat Jeneponto Alamsyah Mahadi Kulle menilai yang paling mengetahui soal sekretaris adalah ketua terpilih. “Semua layaklah, tapi yang paling tau adalah ketua terpilih, sebab ketua dan sekretaris itu ibarat suami dan istri. Yang punya kekurangan, harus mencari orang yang bisa menutupi kekurangan itu. Saya tidak usah sebut nama, yang paling tahu itu, kita serahkan saja ke Pak Ulla,”pungkasnya. (rif)