Site icon Berita Kota Makassar

DPP Abaikan SYL, Caketum Lain Diakomodir

DIAKOMODIR--SYL bersama enam caketum Golkar menggelar pertemuan untuk melawan Setnov di Munaslub Golkar lalu. Kini enam mantan caketum diakomodir oleh Setnov sebagai pengurus, Senin (30/5), sementara SYL tidak.

MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dibawah kepemimpinan Setya Novanto (Setnov) akhirnya tidak mengakomodir Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang tak lain adalah mantan calon ketua umum (Caketum) DPP Golkar pada Munaslub yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pertengahan Mei lalu.
Keputusan rapat tim formatur berhasil menyusun struktur kepengurusan DPP, Dewan Pembina, Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan serta Mahkamah Partai tidak mencantumkan nama SYL dalam salah satu struktur yang ada.
Dalam struktur DPP yang dipimpin Setnov diumumkan di kantor DPP Golkar Slipi Jakarta, Senin (30/5) langsung diungkapkan Ketua Badan Harian DPP Partai Golkar HAM Nurdin Halid.
Adapun enam mantan Caketum lainnya diakomodir oleh Setnov dalam beberapa struktur yang ada.
Nurdin Halid yang dimintai alasan tidak dimasukkannya SYL yang juga Gubernur Sulsel dua periode ini dalam struktur menjelaskan bila alasan SYL tidak masuk dalam struktur DPP karena pertimbangan masih aktif menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel dan Gubernur Sulsel hingga 2018 mendatang. “Ini bukan persoalan diakomodir atau tidak, tetapi ini persoalan kebutuhan struktur,”ujar Nurdin melalui ponselnya, Senin (30/5).
Selain itu, mantan ketua umum PSSI ini mengemukakan pertimbangan SYL tak masuk karena masih aktif menjabat sebagai Gubernur Sulsel dan ketua DPD I Golkar Sulsel, sementara porsi kebutuhan struktur kepengurusan DPP tidak terlalu gemuk.
Adapun 6 mantan Caketum diakomodir masuk dalam struktur kepengurusan DPP yakni Ade Komarudin, Wakil Ketua I Dewan Pembina, Airlangga Hartarto Ketua Koordinator Bidang Perekonomian, Aziz Syamsudin Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Mahyudin Anggota Dewan Pakar Golkar, Indra Bambang Utoyo Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan dan Priyo Budi Santoso Anggota Dewan Pembina.
SYL yang dihubungi lewat WhatsAppnya terkait tidak diakomodirnya namanya dalam struktur kepengurusan belum memberikan tanggapan. Sebelumnya, SYL yang juga mantan Wakil Gubernur Sulsel ini mengaku tidak berambisi masuk pengurus DPP. Alasannya, karena niatnya untuk membesarkan partai, bukan untuk membagi kekuasaan. (rhm/rif)

Exit mobile version