MALILI, BKM — Polres Luwu Timur menggelar operasi Minuman Keras (Miras) di Desa Tarengge, kecamatan Wotu, Jumat (27/5) kemarin. Operasi Miras dipimpin langsung, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak.
Parojahan mengatakan, operasi miras ini dilakukan dalam rangka menyambut ramadhan dan menindaklanjuti pertemuan dengan agenda “Mabulo sibatang” yang dilakukan di kecamatan Wotu dan Mangkutana beberapa hari yang lalu.
Menurutnya, Miras kerap menjadi komsumsi masyarakat yang paling mengganggu keamanan dan ketertiban sehingga dilakukan penertiban. “Operasi Miras digelar mulai hari ini (Jum’at red),” ungkap Parojahan.
Pada acara Mabbulo sibatang, Parojahan juga berjanji akan memberantas segala persoalan yang menjadi penyebab utama konflik sosial seperti miras, judi, narkoba.
“Gerakan berantas miras, judi, narkoba akan semakin maksimal jika di dukung penuh dari masyarakat. Itu artinya, jika ada terjadi disekitar wilayah kita, saya minta segera laporkan,” ungkap Parojahan.
Wabup Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, gesekan yang terjadi antara dua kelompok remaja beberapa waktu lalu di Kecamatan Wotu tentu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
Namun, persoalan mendasar dari perilaku remaja disebabkan karena mereka umumnya masih menganggur sehingga pelariannya ke minuman keras, narkoba yang bisa di peroleh di cafe-cafe.
“Pemerintah kedepan akan menegaskan untuk memperketat aturan minuman keras, termasuk menutup Cafe yang tidak punya izin sebab sumber utama permasalahan itu disebabkan karena persoalan miras,” ungkapnya.
Irwan menegaskan, program yang akan dilakukan pemerintah seperti menjadikan kawasan Wotu sebagai Pusat Industri Perikanan dan Rumput laut, termasuk pula membangun pabrik untuk pengolahan sawit.
“Ini semua untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkapnya. (alp/C)