MAKALE, BKM — Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tana Toraja mendampingi delapan kasus kekerasan anak.
Ketua (P2TP2A) Tana Toraja Ny Rospita Napa, mengakui meski baru menjalankan tugasnya hingga per akhir Mei 2016, sudah ada 40 laporan kekerasan kepada anak yang masuk.Melihat rating kekerasan kepada anak di Tana Toraja terus menonjol, P2TP2A kerja keras melakukan pendampingan dan pencegahan.
”Hingga Mei 2016 sudah 8 kasus kekerasan kepada anak dengan cara berpareasi telah didampingi, meskipun jalan damai terus dimediasi sebelum sampai kejalur hukum, ”terang Ny Rospita didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Mariana Belo Badan Kordinasi Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKKB PP) kepada BKM Senin (30/5).
Dijelaskan Rospita kekerasan kepada anak diterima selama ini dominan terjadi di wilayah Rembon, Sangalla, Makale dan Bittuang, dan motifnya macam-macam dan lebih menonjol factor ekonomi.
Mencegah kejadian serupa tidak terulang dan banyak korbannya di Tana Toraja P2TP2A kerjasama dengan Kabid Pemberdayaan Perempuan BKKB.PP intens melakukan sosialisasi dan bimbingan.
Meski demikian, sambung Rospita Napa, jika ada kejadian tetap diterima laporannya, hanya saja merubah manset masyarakat kekerasan kepada anak tindak pidanaya berat tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sekalipun tantangan dan rintangan tetap ada didepan mata karena kurangnya kesadaran masyarakat, tentu tidak menciutkan nyali P2TP2A terus melakukan pembinaan dan pencegahan meskipun itu tugas berat. (gus/C)