MAKASSAR, BKM — Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan secara serentak di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hari ini, Selasa (31/5). Termasuk dua PTN di Kota Makassar, yakni Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Untuk SBMTPN di Makassar diikuti 44.021 peserta. Terdiri dari Unhas sebanyak 26.033 orang dan UNM 17.988 orang. Dari angka itu, terjadi peningkatan pendaftar di Unhas dibanding tahun lalu yang jumlahnya 25.999 orang. Sementara di UNM menurun dari tahun lalu sebanyak 21.000.
Kepala Humas dan Protokol Unhas, M Dahlan Abubakar mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat selama pelaksanaan SBMPTN. Aparat kepolisian dilibatkan untuk mengawasi setiap ruangan peserta ujian.
”Kita melakukan pengawasan ketata dengan mencegah masuknya barang yang tidak ada hubungannya dengan persyaratan ujian,” ujarnya saat dihubungi, Senin (30/5).
Bahkan pihak Unhas sudah menginstruksikan dan melakukan sosialiasi guna mengungkap perbuatan yang curang dan menindak oknum yang bermain. “Jika ada yang kedapatan, kita akan tangkap dan tindak secara hukum,” tambahnya.
Terkait persiapan, Dahlan mengaku telah merampungkan segalanya. Dia berharap SBMPTN kali ini berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. “Praktik kecurangan seperti joki menjadi perhatian dan diawasi ketat,” tandasnya.
Sementara Kepala Humas SBMPTN UNM Panlok 81, Pangeran Paita Yunus, menjelaskan pengawas memeriksa secara teliti foto para peserta ujian. Selain itu, para pegawai di bagian percetakan soal juga diawasi. Mereka bahkan dikawal ketat oleh polisi berpakaian biasa pada hari terakhir percetakan.
”Kita tidak bisa pungkiri bahwa joki pasti ada dan menjadi kekhawatiran setiap pelaksanaan ujian. Karena itu panitia akan mengawasi dengan ketat, dan praktik perjokian bisa terungkap ketika beraksi di ruang kelas,” ujarnya.
Menurut Pangeran, semua strategi dan modus para joki sudah diketahui. ”Seperti memakai kacamata, atau menyelipkan penghubung di kancing baju atau memakai baju kura-kura. Tangan seolah sedang menulis tetapi sebenarnya tangannya sedang membuka contekan,” bebernya.
Untuk pelaksanaan SBMPTN tahun ini, panlok 81 menggunakan 879 ruang ujian dan tersebar di 61 lokasi. Untuk mengantisipasi praktik perjokian, di beberapa ruang ujian telah dilengkapi dengan Closed Circuit Television (CCTV).
Selain itu, pengawasan di ruang kelas juga diperkuat dengan keberadaan dua orang pengawas. Satu kelas diisi 20 peserta ujian. Jumlah pengawas yang dikerahkan sebanyak 1.758 orang dinilai cukup untuk mencegah praktik kecurangan.
Humas UNM, Dr Pratiwi Syarief menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasitif untuk mengatasi berbagai modus perjokian yang selama ini kerap terjadi.
Dari sejumlah kasus perjokian yang ditangani sebelumnya, Pratiwi mengaku, kebanyakan pelakunya adalah orang yang berasal dari kalangan perguruan tinggi. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa pintar dan lugu.
Keluguan mereka itu kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, yang menyeret mahasiswa tersebut terlibat dalam praktik perjokian.
Dalam kesempatan yang sama, Pangeran mengimbau kepada seluruh peserta ujian untuk tidak percaya dan menghindari penipuan yang mengatasnamakan pihak UNM maupun Unhas, yang menjanjikan kelulusan kepada para peserta.
“Saya mengimbau kepada seluruh peserta SBMPTN, jangan sekali-kali mempercayai joki atau orang yang menjanjikan kelulusan, karena aksi tersebut adalah penipuan. Jika kita menemukan orang seperti itu, kami siap untuk menindaki dan diproses secara hukum,” tandasnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, personel kepolisian yang dilibatkan dalam SBMPTN tidak sekadar mengantar soal ujian. Tapi mereka aktif mengawasi jika ada joki.
”Jadi kalau ada perjokian, polisi langsung yang ada di lokasi langsung turun tangan,” ujarnya, kemarin. (ita-ish/rus)
Waspadai Joki, Ruang Ujian SBMPTN Dilengkapi CCTV
