TAKALAR, BKM — Sejumlah warga yang mengaku dari Dusun Je’ne, Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negri 9kejari) Takalar, Selasa (31/5).
Unjuk rasa ini dilakukan terkait desakan mereka agar Ketua Kelompok Tani Je’ne, Nurdin Ila segera ditahan atas kasus dugaan penyelewengan bantaun pertanian sebesar Rp350 juta. “Kami meminta Ketua Kelompok Tani Je’ne segera ditahan, karena sudah menyelewengkan bantuan kepada pertanian,” teriak koordinator massa, Abddullah Pasang.
Selain itu, warga juga mendesak Tim Penyidik Kejari Takalar untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota kelompok tani yang selama ini melakukan protes terhadap bantuan tersebut.
“Kami nggota dan pengurus siap memberi keterangan perihal bantuan pertanian itu. Kami meminta anggota dan pengurus juga dipanggil sebagai saksi bahwa bantuan pertanian ini memang tidak tepat sasaran,” beber Abdullah Pasang.
Sementara itu, Kejari Takalar melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus),
Ujang Supriyadi yang menerima anggota Kelompok Tani Je’ne mengatakan, bahwa kasus dugaan penyelewengan bantuan pertanian tengah puldata dan pulbaket.
“Ketua Kelompok Tani Je’ne selaku terlapor atas kasus ini sudah menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan kasus masih terus berlanjut dan dalam waktu dekat pengurus dan anggota kelompok tani juga akan dipanggil memberi keterangan atas kasus ini,” jelas Ujang Supriyadi.
Ujang menambahkan, bahwa proses penahanan terhadap terlapor belum bisa dilakukan lantaran pihaknya masih membutuhkan sejumlah alat bukti dan keterangan dari sejumlah pihak terkait.
“Mekanisme dan proses penahanan bagi pelaku tindak pidana korupsi boleh dilaksanakan ketika kasus tersebut sudah memenuhi unsur hukum. Yang pasti kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan, penahanan belum bisa dilakukan,” tandas Ujang.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Je’ne, Nurdin Ila yang dikonfirmasi via telpon selularnya mengatakan, bahwa saat ini dirinya bersama anggota kelompok tani tengah berkoordinasi untuk mencari jalan keluar atas munculnya protes dari sejumlah warga. (ari-ril).