JENEPONTO, BKM — Peringatan hari jadi Pancasila yang jatuh, Rabu (1/6) juni, menjadi momentum yang baik bagi jajaran Distrik Militer (Dandim) 1425 Jeneponto untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus.
Adapun momentum ini dilakukan dengan menurunkan para perwira dijajaran Dandim 1425 Jeneponto dengan melakukan sosialisasi di sejumlah sekolah.
Mereka hadir dihadapan para pelajar untuk memeberikan pemahaman dan mengajarkan hafalan Pancasila serta antisipasi bahaya laten Partai Komunias Indonesia (PKI).
Adapun mereka yang turun dalam sosialisasi ini, masing-masing Mayor inf Nurwahid di SMK 4 Kalimporo, Kapt inf Kaharuddin di SMAN 1 Langkura, Kapt Kav Muh Iswandi di SMAN Batang, Kapt Czi Patahuddin di SMPN 1 Tamalatea, Kapt inf Muddar Jaya di SMPN 1 Kelara, Kapt inf Arifuddin di SMPN Camba Camba, Kapt inf Muhammad Amin di MAN Binamu, Kapt Ctp Ishang di SMAN 1 Binamu dan Kapt Inf Abd Hakim di SDN Kalumpang Lompoa.
Komandan Kodim (Dandim) 1425 Jeneponto, Letkol Rudy Sandri di ruang kerjanya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk membentengi generasi muda dari paham radikalisme dan komunisme yang ia nilai dapat melunturkan pemahamaan tentang Pancasila dan dapat melunturkan nilai-nilai kearifan lokal.
“Kebudayaan lokal harus tetap dijaga. Budaya Abulo Sibatang, Accera Sitongka Tongka, Sipatuwo, Sipatokkong, menghormati orang tua dan mengasihi yang muda serta budaya Attabe itu yang perlu dilestarikan. Budaya lokal seperti ini juga masuk dalam makna yang terkandung dalam Pancasila,” jelasnya.
Sementara itu, Pasiter Kodim 1425 Jeneponto, Kapt inf Muh Amin menambahkan, sosialisasi di sekolah adalah upaya memberikan pemahaman Pancasila, yang menjadi dasar ideologi negara.
“Kita ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda kita tentang Pancasila sebagai dasar megara kita. Jadi nilai Pancasila jangan sampai lutur karena tergeser oleh peredaban modernisasi,” tambah Muh Amin. (krk-ril)