Site icon Berita Kota Makassar

Direksi Terima Jaspro, Makassar Krisis Air

MAKASSAR, BKM–Di hari air sedunia, direksi dan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar patut bersyukur. Mereka menerima uang jasa produksi (Jaspro) atau bonus keuntungan tahunan yang totalnya sebesar Rp6 miliar.
Hanya saja, dibalik kesyukuran para direksi dan karyawan, persoalan krisis air bersih masih tetap menghantui PDAM.
Ternyata hingga saat ini, warga Kampung Sapana, kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala dan masyarakat Camba Berua, Kecamatan Ujung Tanah mengalami krisis air bersih karena suplai PDAM Makassar sangat minim sementara air sumur juga tidak mendukung.
“Kami kesulitan air bersih. Sementara sumur warga juga sudah kering,” kata Dg Senga, warga Kampung Sapana saat ditemui BKM, Kamis (2/5).
Dia juga mengeluhkan, kalau sebagian besar warga mengeluh gatal-gatal menggunakan air waduk. Tapi apa boleh buat tidak ada solusi buat mereka selain menggunakan air waduk dan berharap dari hujan.
“Kalau air minum kami beli air galon, untuk digunakan sehari-hari kami memanfaatkan air waduk yang jaraknya 10-20 meter dari rumah. Air waduk digunakan untuk mandi, mencuci. Kami juga biasanya tampung diember untuk menghasilkan air bening,” ungkap Dg Senga.
Apa yang dirasakan Dg Senga juga dirasakan Saparuddin, warga Camba Berua.
Menurutnya, Kekerigan melanda Camba Berua telah menjadi rutinitas saat bulan Ramadan. Bahkan berlangsung selama enam bulan lamanya.
“Disini air sudah mulai tidak lancar. Saat Ramadan tahun lalu, warga krisis air bersih dan harus ke Buloa mengambil air. Itupun di beli,” katanya.
Menyikapi krisis air yang dihadapi warga, Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, krisis air sering terjadi karena tingkat kebocoran air yang belum bisa diminimalisir oleh pihak PDAM, dan langkah ini yang perlu ditangani agar setiap tahun tidak menjadi agenda atau masalah rutin.
“Inilah yang perlu ditaktisi, walaupun tidak bisa mencapai 100 persen tapi langkah untuk mengurangi persoalan tersebut harus dilakukan,” ungkapnya, kemarin.
Lanjut Legislator Fraksi PAN ini menuturkan, sejauh ini solusi mengatasi kebocoran pipa masih mencapai 53 persen, selebihnya 47 pipa yang masih bocor terbuang percuma tanpa ada langkah yang tepat untuk meminimalisir.”Sebenarnya krisis air karena banyak kebocoran. Semuanya punya jalan untuk mengatasi beberapa faktor kebocoran tersebut,” bebernya.
Hasanuddin Leo juga memastikan akan memanggil pihak direksi PDAM untuk mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, amar Busthanul juga mengatakan pemanggilan itu hanya untuk mempertanyakan dasar mereka yang menggunakan uang keuntungan sebesar itu sementara masih banyak yang perlu dibenahi dengan biaya relatif besar.”Tingkat kebocoran masih besar. Kenapa bukan itu diperbaiki dengan anggaran besar itu,” Singkatnya.(man-jun-ita/war)

Exit mobile version