Site icon Berita Kota Makassar

Begal Sadarki, Maumi Ramadan

MAKASSAR, BKM — Aksi kriminal jalanan berupa pembegalan terus menjadi momok masyarakat, khususnya bagi para pengendara bermotor. Para begal kerap melakukan aksi di jalanan dengan menjambret hingga menggunakan kekerasan.
Berbagai upaya dilakukan untuk memberantas aksi kejahatan tersebut. Salah satunya, seperti yang disampaikan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Dia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Pemprov Sulsel untuk membuat program Tumbal, yang merupakan akronim dari tumbangkan begal. Program itu diharapkan bisa beroperasi, utamanya di kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar).
Syahrul menegaskan, tidak ada toleransi bagi begal. Mereka harus diberantas. Dia meminta program itu dikerjasamakan dengan TNI-Polri.
Sebagai orang nomor satu di Sulsel, Syahrul tak mau aktifitas ibadah umat Islam di bulan ramadan diganggu oleh begal. “Kita tak mau kekhusyukan beribadah diganggu aksi begal. Itu harus diberantas,” tandas Gubernur Sulsel dua periode ini.
Dia juga mengimbau pelaku yang kerap melakukan aksi begal untuk menghentikan aktifitas tersebut dan mencari kegiatan positif. Apalagi saat ini akan memasuki bulan ramadan.
” Untuk pelaku begal, sadarki. Ramadan tempat kita memperbanyak amal dan meninggalkan segala kemaksiatan. Tinggalkanlah hal-hal yang buruk. Raihlah kebaikan,” serunya.
Terpisah, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, menjelang ramadan dan selama bulan puasa, pihaknya menerapkan langkah preventif dan represif dalam mengatasi aksi kejahatan yang terjadi di daerah ini. Hal itu dilakukan polisi dengan bersinergi bersama masyarakat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.
”Dalam mencegah tindak kekerasan, peranserta masyarakat sangat dibutuhkan. Mereka harus menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” kata Anton, kemarin.
Untuk mengawal kegiatan ibadah umat muslim selama ramadan, Polda Sulsel menurunkan 300 personel polisi santri. Mereka disebar ke masjid-masjid untuk menyampaikan dakwah, sekaligus menjadi imam dan muadzin.
”Polisi santri akan berdakwah di masjid-masjid. Mereka akan memberi penyampaian kepada masyarakat agar bisa terhindar dari perbuatan keji dan mungkar,” ujar Anton.
Bukan hanya itu ide kreatif orang nomor satu di jajaran Polda Sulsel. Ia juga menerjunkan polisi wanita (polwan) untuk melakukan pengamanan saat berlangsung ibadah salat Jumat.
”Setiap hari Jumat kita turunkan polwan untuk menjaga masjid saat pelaksanaan salat Jumat. Semua masjid yang ada dijaga,” tandas mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.
Dihubungi terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengatakan, personel kepolisian akan diturunkan melakukan pengamanan selama bulan ramadan. Soal jumlah, ia belum menyebutkannya.
”Nanti hari Minggu (besok) akan ada apel pengamanan ramadan. Pak Kapolrestabes yang memberi penjelasan berapa personel yang diterjunkan,” kata Burhanuddin melalui telepon selularnya, kemarin. (rhm-ish-jul/rus)

Exit mobile version