Site icon Berita Kota Makassar

Dijemput untuk Pulang Puasa, Malah Terbakar

MAKASSAR, BKM — Maksud hati ingin menunaikan ibadah puasa bersama keluarga di kampung halaman, apa daya bencana yang menimpa. Seperti itulah yang dialami Nurlis M (20), mahasiswi Fakultas Ilmu Manajemen Univesitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.
Ia menjadi salah satu dari 11 korban saat kebakaran melanda sebuah toko di Jalan Rappocini, Minggu (5/6) sekitar pukul 03.15 Wita. Oleh pemiliknya, Toko Forum 21 yang berlantai tiga itu juga dijadikan kos-kosan.
Hingga kemarin, kondisi Nurlis masih kritis. Ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Faisal.
Saat masuk rumah sakit, Nurlis harus mendapat bantuan oksigen untuk pernapasan. Ia mengalami pendarahan hebat di bagian mulut dan hidung. Saat berusaha menyelamatkan diri dari lantai tiga, Nurlis terjatuh dari ketinggian lalu terbentur di bagian punggungnya.
”Sama-samaka di lantai tiga. Semua orang menyelamatkan diri masing-masing. Saat hendak menyelamatkan diri, Nurlis panik lalu jatuh dari lantai tiga,” ujar Haslinda yang ditemui di Unit Gawat Darurat RSI Faisal, Minggu (5/6) pagi.
Haslinda (29) yang juga jadi korban dalam peristiwa ini, mengakui sebelum kebakaran terjadi, dirinya sempat mendengar suara ledakan. Karena kaget, diapun terbangun. Diapun kemudian membangunkan Nurlis.
Diberitahu ada kebakaran, Nurlis terbangun dan langsung panik sambil berusaha menyelamatkan diri. Saat itulah dia terjatuh dari lantai tiga.
Upaya para penghuni kos menyelamatkan diri dari kobaran api berlangsung dramatis. Terutama yang berada di lantai tiga. Setelah berhasil keluar lewat jendela, mereka kemudian turun dengan cara menggelantung pada kain sarung yang telah disambung dan saling diikatkan.
”Ada juga teman kos saya di lantai tiga mengumpulkan sarung mereka lalu disambung dan diikatkan di tiang. Selanjutnya mereka turun lewat ikatan sarung itu dan selamat. Tapi saya panjat ke ruko sebelah, karena api sudah berada di depan saya. Saya mengalami sedikit luka bakar,” tambah Haslinda.
Korban lain dalam peristiwa ini adalah Zainuddin (25), seorang mahasiswa STIEM Muhammadiyah Mamuju. Zainuddin yang masih keluarga Nurlis, baru saja tiba di kos-kosan itu. Rencananya, ia hendak bersama-sama Nurlis untuk pulang ke Mamuju mengawali puasa ramadan.
”Saya sebenarnya mau berangkat setelah salat subuh. Tapi tiba-tiba dapat musibah. Saya ke kos-kosan itu untuk menjemput sepupuku Nurlis lalu sama-sama pulang ke Mamuju dan puasa pertama di sana,” ujar Zainuddin dengan nada sedih.
Sambil menitikkan air mata, sesekali ia menoleh melihat tubuh Nurlis yang terbaring dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri.
Korban lain dalam kejadian ini, masing-masing Sarwan (18), Andriawan (18), Syahruni (21), Kasmini (19), Nurfadillah (19) mahasiswi Fakultas Hukum UIT, Hartina (20) dan Rini (19), keduanya mahasiswa Fakultas Farmasi UIT.
Nasib tragis dialami Eva Lestari (21). Mahasiswi Fakultas Farmasi UIT semester VI ini tak terselamatkan jiwanya lantaran terperangkap api. Kuat dugaan ia tengah tertidur pulas ketika api menjalar dari lantai satu ke lantai dua rumah kos. Korban merupakan warga Dusun Tambaga, Desa Jalaja, Kecamatan Burau, Luwu Timur.
Data yang diperoleh di rumah sakit tempat korban dirawat, Sarwan dan Adriawan yang merupakan calon mahasiswa baru masing-masing mengalami luka pada lutut dan hidung.
Sementara Nurlis, juga calon maba menderita luka bakar pada telapak tangan.
Syahruni luka pada kaki dan luka dalam serta mengeluarkan darah dari hidung. Haslinda (30), karyawan Rumah Sakit Ibnu Sina mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri. Zainuddin luka pada telapak tangan terkana pecahan kaca jendela.
Rini mengalami luka pada paha sebelah kanan dan kiri, Kasmini terluka bakar pada tangan dan bagian kaki, serta Hartina menderita luka bakar pada bagian tangan kanan dan kiri. Sedang Nurfadillah luka bakar pada bagian tangan kanan dan kiri.
Selama hampir satu jam lamanya api menguasai ruko.Proses pemadamam berlangsung sekitar 20 menit. Setelah berhasil menjinakkan api, petugas pemadam kebakaran dibantu warga langsung melakukan penyisiran.
Korban yang masih berada di dalam bangunan ruko langsung dievakuasi. Satu orang yang tewas dalam peristiwa ini ditemukan di dalam kamar kosnya. Selanjutnya mayat Eva Lestari dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani otopsi.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, api begitu cepat berkobar karena di dalam toko ini tersimpan barang campuran dalam kemasan kardus yang mudah terbakar. Barang-barang ini berada di lantai satu.
Pemilik toko, Hj Rahmatia mengakui, api bermula dari depan yang dijadikan tempat usaha berjualan barang campuran. Selanjutnya api merembet ke ruang lain hingga lantai tiga.
”Saat merasa kepanasan, saya terbangun dan melihat api sudah berkobar. Itu masih di depan dan apinya sudah tinggi. Saya langsung ingat kalau ada cucuku,” ujarnya, kemarin.
Selain cucunya, Rahmatia juga berusaha menyelamatkan sebagian hartanya. Khususnya surat-surat penting. Alhasil, cucu dan sebagian harta serta dokumen penting miliknya berhasil ia selamatkan.
Kapolsek Rappocini, Kompol Muari, kemarin mengkonfirmasi bahwa penyebab kebakaran diduga akibat tabung gas meledak. ”Itu baru dugaan sementara. Untuk penyebab pastinya, masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengemukakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Namun diduga akibat arus pendek atau korslet listrik.
”Untuk lebih jelasnya kita tunggu hasil penyelidikan tim Labfor Polda Sulsel,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, Imran Samad mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Menurutnya, potensi terjadinya kebakaran semakin tinggi di musim kemarau.
”Untuk itu saya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Juga jangan meninggalkan begitu saja sampah yang sudah dibakar. Jangan pula lalau dalam penggunaan listrik,” kata Imran, kemarin.
Dia kemudian contoh kebakaran yang terbaru terjadi di wilayah Rappocini. Ia memperkirakan peristiwa tersebut diduga karena korsleting listrik. Imran mengaku tidak melihat ada tabung gas di dasar ruko, yang disebut-sebut kebakaran itu dipicu dari tabung gas yang meledak.
”Pihak kepolisian masih mendalami penyebabnya. Dugaan sementara kebakaran disebabkan karena korsleting listrik. Sebab kami tidak melihat adanya tanda-tanda kebakaran yang disebabkan karena kompor atau tabung gas. Kalau untuk lantai dua dan tiga yang dijadikan tempat kos, itu kondisinya baik baik saja. Kecuali di lantai satu yang menjadi toko barang campuran itu hangus,” jelasnya. (ish-jul-arf/rus)

×
Exit mobile version