DUTA Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Spanyol, Yuli Mumpuni mengaku, salut dengan upaya yang dilakukan Makassar dalam mempromosikan kotanya. Hal ini disampaikannya pada hari perdana Bazar Solidario Indonesia, Makassar Day di Madrid, Spanyol, akhir pekan lalu.
“Rombongan Promosi Kebudayaan, Kesenian, serta Kuliner Makassar ini memang sangat maksimal,” ucapnya.
Dubes Yuli mengaku takjub karena baru kali ini melihat rombongan yang begitu matang persiapannya sehingga kegiatan promosi wisata atau Makassar Day ini bisa berjalan dengan rapi dan disiplin. Karena itu, pihak KBRI kata Yuli juga tidak terlalu direpotkan.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Makassar Firman Hamid Pagarra mengatakan, di tahun 2016 ini KBRI Spanyol memang lebih memilih Makassar ketimbang dua kota lainnya di Indonesia. Alasannya karena KBRI menganggap Makassar lebih memiliki potensi wisata dan investasi yang sangat menjanjikan. Meski demikian kedua kota yang dimaksud yakni Bandung dan Medan tetap akan kembali berebut agar dipilih pihak KBRI untuk menggelar even yang sama, tahun depan.
“Makanya delegasi dari Bandung dan Medan hadir juga di Makassar Day ini guna melihat sepak terjang Makassar di daratan Eropa tersebut,” ujar Firman.
Di hari pertama, Makassar Day ini berhasil menyedot 1.589 pengunjung dengan total jumlah transaksi sebesar UD 13.849,50 atau setara Rp 200 juta. Selain itu, Firman juga menambahkan pada even yang sama telah diperoleh tambahan dana hasil sumbangan berupa kupon undian yang di hargai UD 3 per kupon. Kupon ini terjual 502 lembar sehingga total dana penjualan kupon yang terkumpul sebanyak UD 1.506.
Uang penjualan kupon ini rencananya akan digunakan untuk tujuan sosial. Seluruh keuntungan disumbangkan ke Fundacion Reina Sofia (Yayasan Sosial Reina Sofia).
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto terjun langsung memperkenalkan kekayaan budaya Makassar pada pembukaa kegiatan Solidario Indonesia yang dibingkai dalam Makassar Day di Madrid, Spanyol.
Tampak dalam sebuah sesi kegiatan, wali kota yang mengenakan pakaian adat Bugis-Makassar lengkap ini mengajari anak-anak Spanyol tari Ganrang Bulo.
Gandrang bulo sendiri merupakan tarian simbol keceriaan orang-orang Makassar yang di dalamnya diselipkan berbagai humor yang membuat para penontonnya tertawa.
“Dulu, tarian ini merupakan pembangkit semangat perjuangan yang kemudian menjadi kesenian rakyat yang amat populer,” ucap Danny seperti dilaporka Kabag Humas Pemkot Makassar Firman Hamid Pagarra via WhatsApp.
Danny berharap keceriaan dan ke ramahan orang-orang Makassar bisa dikenalkan melalui momen seperti ini sehingga kedatangan wisatawan mancanegara bisa meningkat utamanya dari Negeri Matador tersebut.
Hari pertama pembukaan Makassar Day ini berlangsung sangat meriah. Terlihat masyarakat Madrid begitu antusias memadati dan menyaksikan aneka pertunjukan kebudayaan serta kesenian Makassar.
Tak ketinggalan mereka juga tampak mengantri sekedar untuk mencicipi kuliner Makassar seperti sate, konro, coto, dan onde-onde yang disuguhkan beserta cara membuatnya. Selain Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Yuli Mumpuni hadir pula Duta Besar Indonesia untuk India.
“Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menyatakan ingin menjadikan Makassar seperti Singapura dalam hal menyedot kunjungan wisatawan mancanegara, ujar Firman.
Singapura berhasil mengembangkan industri pariwisatanya dan banyak menyedot minat para turis internasional kata Firman karena didesain dengan begitu baik. Karena itu, ia menilai jika Makassar didesain secara kreatif dan diperkenalkan melalui kegiatan yang sama di berbagai tempat maka pastilah mampu menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.(rls)