Site icon Berita Kota Makassar

Hanya Bertanya, Paman Bunuh Ponakan

MALILI, BKM — Lagi-lagi hanya karena persoalan sepele, satu nyawa melayang. Ironisnya, peristiwa tragis ini melibatkan ponakan dan paman.
Kejadian ini berlangsung di Dusun Bunga-bunga, Desa Bahari, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (5/6) sekitar pukul 17.00 Wita. Seorang warga setempat bernama Kaseng (50) menjadi sasaran penusukan yang dilakukan Bakri (60), warga Dusun Kalaena, Desa Kalaena, Kecamatan Wotu. Belakangan diketahui jika pelaku merupakan paman korban.
Peristiwa bermula di saat korban menghampiri pelaku di kediamannya di Desa Kalaena. Diapun hanya melontarkan satu kalimat pertanyaan. ”Apa kita carikanka?” begitu yang dikatakan korban.
Namun, sepertinya pertanyaan itu tidak diterima oleh pelaku. Usai melontarkan kalimat tersebut, pelaku dan korban langsung terlibat adu jotos. Parahnya lagi, perkelahian ini berujung pada penusukan dengan menggunakan besi berukuran 20 centimeter. Akibatnya, korban yang berprofesi sebagai petani ini meninggal di lokasi kejadian.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu Timur, AKP Sultan Iqbal membenarkan kejadian ini. Menurutnya, pelaku sudah diamankan di sel tahanan Mapolsek Wotu.
“Kejadiannya, Minggu sore sekitar pukul 17.00 Wita. Korban meninggal dunia setelah berkelahi dan mendapatkan luka tusuk besi berukuran 20 cm pada bagian dekat pusar atau sekitar rusuk sebelah kanan,” ungkap Iqbal.
Saat ini, kata Iqbal, penyidik Polsek Wotu masih melakukan pemeriksaan terkait kasus yang terjadi Desa Bahari tersebut. “Soal pasal yang disangkakan, kita belum pastikan. Karena yang sidik Polsek Wotu. Namun jika dilihat dari kronologis, bisa pasal 351 ayat 3 KUHP dan 338 KUHP,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa (Kades) Bahari, Baso Pangerang membenarkan kalau korban merupakan warganya. Namun, hingga saat ini motif kejadian itu belum diketahuinya.
“Motifnya belum kita ketahui apa. Saya sudah tanyakan kepada keluarga korban. mereka juga tidak mengetahui. APakah karena dendam atau ada penyebab lain,” terangnya.
Baso mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari warganya. Saat itu juga dirinya langsung ke tempat kejadian dan mendapatkan korban sudah tidak bernyawa.
“Korban dan pelaku merupakan keluarga dekat, pelaku adalah paman dari korban. Di tempat kejadian polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa besi dan badik,” ungkap Baso melalui telepon, Senin (6/6).
Menurutnya, korban saat ini sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Dusun Ulu Galung, Desa Lempa, Pammana, Kabupaten Wajo untuk dimakamkan. “Korban sudah dipulangkan ke Wajo semalam,” ungkap Baso Pangerang. (alp/rus/b)

Exit mobile version