Site icon Berita Kota Makassar

IGI Dorong Maros Terapkan Sekolah Ramah Anak

MAROS, BKM — Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Maros bersama Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) mendorong Kabupaten Maros menjadi percontohan Sekolah Ramah Anak di Sulsel.
Hal itu disampaikan Ketua IGI Maros, Bagus Dibyo Sumantri dalam Seminar Nasional Peningkatan Mutu dan Kualitas Tenaga Pendidik menuju Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Maros, yang digelar di ruang pola kantor Bupati Maros, Senin (6/6).
Menurut Bagus, untuk mewujudkan program itu, pihaknya bersama Kerlip Maros sedang melakukan pemetaan beberapa sekolah yang nantinya akan didampingi untuk menjadi Sekolah Ramah Anak, khusus tingkat Sekolah Dasar (SD).
“Hakekat sekolah ramah anak adalah kesepakatan dan keinginan semua warga sekolah untuk menjadikan sekolah tersebut sebagai sekolah ramah anak. Bagaimana orang-orang dalam lingkungan sekolah itu bisa menghargai anak-anak. Bukan malah memberikan kekerasan fisik saat mereka berbuat salah,” imbuhya.
Bagus berharap, Sekolah Ramah Anak yang nantinya akan diterapkan dapat menjadi sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab.
Dia juga mengatakan, prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak.
“Sebagaimana dalam bunyi pasal 4 Undang-undang No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dalam undang-undang itu salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk berpendapat dan didengarkan suaranya,” urainya.
Sejauh ini, kata Bagus, masih banyak sekolah yang belum menerapkan sistem sekolah ramah anak, yang terbuka melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial,serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Dalam usaha mewujudkan Sekolah Ramah Anak perlu didukung oleh berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak.
Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri. Kebiasaan anak memiliki kecenderungan meniru, mencoba dan mencari pengakuan akan eksistensinya pada lingkungan tempat mereka tinggal. Berikut adalah peran aktif berbagai unsur pendukung terciptanya Sekolah Ramah Anak.
Sementara itu, salah satu pemateri yang juga Ketua IGI Sulsel, Muhammad Ramli Rahim mengatakan, fokus kerja IGI adalah peningkatan kompetensi guru, terutama dalam bidang literasi. Target IGI lima tahun ke depan, lanjutnya, diharapkan lahirnya 1 juta karya tulis dari guru seluruh Indonesia.
“Karenanya, IGI akan mendorong diadakannya pelatihan-pelatihan untuk guru di Maros, sehingga kualitas guru di maros menjadi lebih baik,” kuncinya.
Seminar ini dibuka oleh Ketua Umum IGI, Muh Ramli Rahim. Sementara hadir mewakili Bupati Maros, HM Hatta Rahman adalah Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Maros, Ashar Salam.
Diikuti 300 orang peserta terdiri guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Juga kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan perwakilan siswa se Maros.
Seminar ini menghadirkan pembicara Kasi Penilaian Direktorat Pembinaan SD Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr Susanti Sufyadi, Assisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreatifitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Elvi Hendrani dan Ketua Umum Kerlip, Yanti Sriyulianti. (ari-ril)

Exit mobile version