Site icon Berita Kota Makassar

Sempat Bekerja Sebagai Mekanik Motor

BERTUGAS menjadi ajudan atau mengawal pejabat penting seperti presiden, gubernur, wali kota, bupati hingga sekretaris daerah merupakan suatu kebanggaan tersendiri.

Laporan: ARIF AL QADRY

Suka dan duka menjadi pengawal atau ajudan terbilang banyak dan memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit mulai dari mengurus surat-surat dinas yang akan ditandatangani atasan, juga mengkoordinir tamu yang hendak menemui bosnya.
Kondisi itulah yang sangat dirasakan oleh Burhanuddin, ajudan pribadi Sekretaris Daerah Kota Makassar, H Ibrahim Saleh. Menjadi seorang ajudan bukan kali pertama diemban oleh Burhanuddin, sudah berapa sekda yang dia layani, seperti mantan sekda Anis Kama, Agar Jaya, hingga Ibrahim Saleh.
“Tugas yang saya emban memang tidak kecil karena saya bekerja untuk seorang sekretaris daerah. Suka duka pasti ada dalam setiap pekerjaan. Kita ikhlas dan semangat saja menjalaninya hari demi hari”, ujar ujar Bur sapaan akrab Buhanuddin kepada penulis.
Sambil sesekali merapikan berkas yang bertumpuk di meja kerjanya, Burhanuddin juga mengaku, untuk melayani sekda, sebagai anak buah dan bawahan harus selalu siap dalam situasi dan kondisi apapun.
“Apa saja yang terjadi di depan kita harus siap dan kapan-pun diperintah beliau (sekda-red). Walaupun itu tengah malam, kita baru saja hendak tidur, tapi kalau ada panggilan tugas misalnya beliau ada agenda mendadak, yaa kita harus siap mengawal,” kisah Bur.
Dia juga mengisahkan, sebelum mengabdi di Pemerintah Kota Makassar, pria bertubuh besar dan tegak ini dulunya adalah seorang mekanik di salah satu bengkel resmi sepeda motor di Makassar.
Bapak yang memiliki tiga orang anak itu, adalah lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) bagian Otomotif. Sejak lulus SMK, dia langsung mendapat tawaran untuk bekerja menjadi mekanik di salah satu bengkel resmi ternama di Makassar.
Bengkel tersebut resmi menawarkan Bur untuk ikut bergabung menjadi mekanik, apalagi bengkel yang ia ditawarkan adalah bengkel yang dimana dulunya Bur tempati waktu praktek kerja lapangan (PKL) saat sekolah dulu. Mengandalkan pengetahuan dan pengalaman yang dia dapat baik di dalam sekolah maupun saat PKL dia manfaatkan untuk menerima tawaran menjadi mekanik bengkel.
Apalagi pria kelahiran Makassar Makassar 12 Oktober 1983 memiliki cita cita menjadi pembalap motor, kecintaannya dengan sepeda motor juga menjadi salah satu alasan dia menerima tawaran menjadi mekanik.(arf/war)

Exit mobile version