Site icon Berita Kota Makassar

Syahrul pun Menangis saat Melepas Jenazah Idris

BKM/SAR PEMAKAMAN-Suasana pemakaman HA Idris Faisal Kadir di Pa'bangiang, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (6/6) siang.

KEPERGIAN untuk selama-lamanya Kepala Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa, HA Idris Faisal Kadir membuat banyak orang menangis. Tak terkecuali Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

Laporan: Saribulan

KETIKA bertindak selaku inspektur upacara (irup) pada proses pelepasan jenazah di rumah duka Bukti Baruga, Antang, Senin (6/6) siang, Syahrul tak kuasa menahan air bening menetes dari sudut matanya. Sesekali dia mengusap air mata itu.
Rasa sedih juga menggelayut di hati dan jiwa ribuan guru yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gowa. Mereka semua ikut mengantar jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman Pa’bangiang, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Gowa.
Tak terkecuali para kepala sekolah, pengawas dan pimpinan serta pegawai UPTD Dikorda kecamatan. Termasuk ratusan pegawai pemkab, SKPD, kecamatan, kelurahan bahkan desa turut mengantar jenazah almarhum.
Sebelum dimakamkan berdampingan dengan pusara ayahandanya, HA Kadir Dalle yang juga mantan Bupati Gowa, jenazah Idris dilepas dalam sebuah upacara di kediamannya. Peserta upacara adalah para pejabat dari lingkup Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkab Gowa serta guru, kepsek dan UPTD Dikorda.
Usai menjadi irup, Syahrul mengangis mengenang loyalitan mantan stafnya itu ketika masih menjabat sebagai Bupati Gowa di tahun 2003 lalu.
Tangis haru mengiring keberangkatan jenazah Idris saat meninggalkan Masjid Agung Syekh Yusuf, tempatnya disalati oleh ribuan jamaah pelayat. Hadir pula mantan Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni, sejumlah pimpinan SKPD Provinsi Sulsel, Sekkab Gowa, H Muchlis dan para relasi serta kerabat almarhum.
Istri almarhum, Hj Andi Irawati Idris yang mengenakan mukena putih didampingi dua putrinya, Andi Nurhaliza dan Andi Nurhaziza, berjalan lunglai saat keluar dari Masjid Agung untuk menuju pemakaman. Perempuan ini sesekali terisak. Wajahnya tampak pucat menerima ucapan belasungkawa dari para pelayat.
Salah seorang pegawai Badan PMD Gowa bernama Hasnah, yang pernah menjadi mantan staf Idris saat masih menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Pemkab Gowa, mengaku sangat terkenang dengan segala lelucon mantan bosnya itu.
“Saya selalu ingat jika rambut beliau ditegur sudah ubanan. Beliau pasti menjawab, itu pertanda saya sudah lama meninggalkan dunia hitam. Beliau juga untuk terakhir kalinya saya temui di kantornya di Diknas ketika saya datang bersama cucu saya untuk sebuah urusan. Saat ketemu dan melihat cucu saya itu, beliau menegur dan memberikan uang kepada cucu saya yang masih balita sebesar Rp500 ribu. Kata Puang Idris, untuk beli susu,” kata Hasnah yang lebih akrab disapa Nanna ini sambil menangis.
Kepala SDI Bontoramba, Manfaluthi Abdullah turut mengenang bosnya itu. “Beliau setiap kali ada pertemuan kepala sekolah, dalam setiap kali pengarahannya selalu saja guyon sehingga kami para kepala sekolah tidak pernah jenuh mengikuti rapat. Kata beliau, tidak ada kalah enak bersuamikan seorang guru dibanding dokter atau profesi lainnya. Sebab jika si istri kurang paham tentang maksud yang disampaikan, maka selalu saja suaminya yang guru akan mengulang-ulang kembali. Begitu guyon beliau selalu mengundang tawa peserta rapat,” kata Manfaluthi Abdullah.
Sekkab Gowa, H Muchlis mengaku sangat kehilangan seorang pejabat pemkab yang dikenal begitu gesit, cerdas dan membuat suasana cair jika almarhum ikut nimbrung dalam perbincangan.
“Jangankan saya, Pak Bupati dan Wabup saja sering dibuat terpingkal-pingkal karena guyonan almarhum. Yang jelas kami atas nama pemerintah berduka dan sangat kehilangan sosok pejabat yang fleksible dan mudah beradaptasi dengan suasana apa saja. Selamat jalan Pak Idris, semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah pada keluarga yang ditinggalkan, serta amal ibadahnya mendapat tempat terindah di sisiNya. Amin,” kata Muchlis. (*/rus)

BKM/SAR
PEMAKAMAN-Suasana pemakaman HA Idris Faisal Kadir di Pa’bangiang, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (6/6) siang.
Exit mobile version