Site icon Berita Kota Makassar

Diduga Malapraktik, Nasi Keluar dari Perut Pasien

SIDRAP, BKM — Diduga menjadi korban malapraktek, Abdul Rahman, (35), warga Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap kini menderita. Sudah sekitar tiga bulan lamanya, putra dari pasangan Syamsu dan Patang itu harus menahan rasa sakit di bagian perutnya.
”Hampir setiap hari, darah keluar dari bekas luka jahitan operasi di perutnya,” ujar Patang, ibu Rahman, kemarin.
Patang menceritakan, awalnya putranya mengeluhkan adanya rasa sakit di perutnya. Karena sudah tak tahan, diapun membawanya ke RSUD Nene’ Mallomo, Sidrap.
“Kira-kira awal Maret saya bawa dan dioperasi di RS. Waktu itu ada ditemukan tumor dari perutnya,” tutur Patang.
Sayangnya, beberapa hari setelah menjalani operasi, bekas luka jahitan di perut Rahman terus menerus mengeluarkan darah. Oleh pihak rumah sakit pun kemudian menyarankan kembali agar Rahman dioperasi lagi. Alasannya, luka yang ada di perut Rahman mengalami infeksi.
Lagi-lagi, saran dokter itu diikuti pihak keluarga Rahman. Namun meski telah dioperasi ulang, tetapi sakit yang dialami Rahman bukannya berhenti.
”Setiap Rahman makan dan minum, nasi dan air malah keluar dari perutnya melalui bekas yang sudah dijahit,” kata Patang, tampak cemas.
“Sampai sekarang anak saya masih terbaring lemas. Setiap saat perut anak saya masih kerap mengeluarkan darah, nasi dan air,” kata Patang.
Direktur RSUD Nemal, Hasnani Rafi, melalui Kabid Pelayanan, Novy, mengaku baru mengetahui informasi itu.
“Saya baru tahu ada seperti itu. Saya segera mencari tahu siapa dan dari mana pasien itu,” janji Novy saat dihubungi terpisah, kemarin.
Hingga sore kemarin, pihak RSUD Nemal belum memberikan penjelasan resmi terkait hal itu. (ady/rus/b)

Exit mobile version