Site icon Berita Kota Makassar

Kumpul Keluarga Besar di Malam Minggu

RAMADAN merupakan bulan penuh berkah. Allah telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda jika melakukan kebaikan di bulan ini. Setiap umat Islam berlomba-lomba untuk memperbanyak tabungan akhiratnya.

Laporan: Rahmawati Amri

SEKRETARIS Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Latief tak ingin melewatkan begitu saja bulan penuh magfirah ini. Momen ini diperguakan untuk semakin memperbanyak ibadah sebagai modal di akhirat kelak.
Walaupun sibuk dengan rutinitas pekerjaan, mantan Kepala Dinas Bina Marga Sulsel ini tetap berusaha memprioritaskan ibadah. Disini, dia dituntut bisa membagi waktu dengan baik. Caranya, lebih mendisiplinkan diri. Ya, dia memaknai ramadan sebagai momen untuk mendisiplinkan diri.
“Agar kerja dan ibadah bisa berjalan dua-duanya, dibutuhkan perencanaan waktu yang bagus. Jadi, sangat terasa memang kita dituntut untuk disiplin. Kapan waktu kerja dan kapan waktu ibadah,” ungkap Abdul Latif dalam bincang-bincang santai dengan BKM di ruang kerjanya, Rabu (8/6).
Dia mengatakan, ramadan selalu menjadi momen yang dirindukan. Kepekaan sosial lebih terasa. Niat untuk berbagi terhadap sesama semakin terasah. Jalinan silaturrahmi dengan sanak famili jadi lebih intens. Salah satunya dengan gelaran buka puasa dan tarwih bersama.
Ada yang menarik dilakukan Sekprov Abdul Latif saat momen ramadan tiba di beberapa tahun terakhir ini. Lelaki ramah ini lebih intens mengumpulkan seluruh anggota keluarga besarnya saat malam Minggu. Mereka buka dan tarawih bersama. “Rasa kekeluargaan jadi lebih kental,” ungkapnya.
Di hari-hari biasa selama ramadan, jika tidak ada tugas kantor, semisal Safari Ramadan, dia memprioritaskan diri untuk buka dan tarawih bersama istri dan anak-anaknya.
Soal menu buka puasa favorit, Sekprov tidak secara spesifik
harus menentukan apa yang harus disantap. Kecuali air kelapa yang menjadi kegemarannya saat berbuka puasa.
“Hampir tiap hari saat buka, saya konsumsi air kelapa muda,” jelasnya.
Sangat beruntung karena dirinya tidak terlalu ‘rewel’ dalam persoalan makanan. Apa saja yang disiapkan di meja makan, akan disantap. (*/rus)

Exit mobile version