MAKASSAR, BKM– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto ternyata belum ingin melakukan penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) bersama pengusaha tempat hiburan malam (THM) yang selama ini beraktifitas di Jalan Nusantara.
Alasan Danny sapaan akrab wali kota, dia ingin lebih fokus pada pengerjaan betonisasi Jalan Nusantara untuk dikerjakan dalam waktu dekat. Apalagi, wali kota telah menyelesaikan simulasi pengerjaan betonisasi di jalan yang dikenal dengan kawasan berlendir itu.
“Saya sudah melakukan dan menyelesaikan simulasi sistem beton di Jalan Nusantara supaya tidak salah salah, dan saya juga sudah minta untuk segera ditender. MoU ini juga dilakukan harus detail, makanya saya mau selesaikan semua simulasi supaya tidak ada lagi MoU dilakukan dua kali,” jelas Danny, Senin (13/6).
Menurutnya, simulasi yang dimaksud adalah dimana Pemerintah Kota Makassar menjelaskan masing masing tanggungjawab antara Pemkot Makassar atau pihak THM yang ada di Jalan Nusantara untuk dikerjakan.
“Pemkot Makassar memiliki hak negara harus membicarakan kepada pihak pengusaha seperti ketika ada pohon yang ditanam oleh Pemkot Makassar maka pihak pengusaha harus menjaga itu. Kemudian untuk pemasangan kanopi juga harus dibicarakan bersama siapa yang memasang sebelum melakukan MoU,” singkatnya.
Maka dari itu, dirinya tetap berjanji akan melakukan MoU setelah semua simulasi telah diselesaikan agar tidak terjadi hal hal tidak diinginkan.
Sehari sebelumnya, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnaen Ali Naru meminta wali kota untuk segera melakukan MoU ke pengusaha hiburan agar program Nusantara Kawasan Kuliner dapat terwujud. Bahkan, kata Zul sapaan akrabnya, sampai saat ini penataan Jalan Nusantara belum dilakukan termasuk pembongkaran iklan neon box yang berdiri di depan THM.”Kita masih tunggu waktu Wali Kota Makassar untuk menjadwalkan melakukan MoU, karena ini sudah lama ditunggu dan memang penandatangan MoU ini molor,” ujar Zul.
Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar juga meminta agar Nusantara secepatnya diubah menjadi kawasan kuliner.
“Pemkot diharapkan bisa fokus pada programnya seperti perubahan Nusantara dari kawasan THM menjadi pusat kuliner,” tegas anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Shinta Masita Molina, kemarin.
Shinta juga mendesak Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait juga harus terlibat langsung membantu pencapaian program yang diinginkan wali kota.”Apa yang diinginkan pak Danny adalah rencana untuk jangka panjang dan terbilang besar. Oleh karena itu SKPD terkait seperti Satpol PP, Kepala Bagian Hukum dan lain sebagainya harus turut berkontribusi,” ujarnya.
Hal yang sama dikatakan, anggota legislator dari Fraksi Demokrat DPRD Kota Makassar, Basdir. Menurutnya, program kawasan kuliner memang perlu diwujudkan dalam waktu dekat, termasuk mengubah rekayasa jalan tersebut menjadi satu arah.
“Memang sudah perlu diwujudkan, termasuk menjadikan jalan tersebut menjadi satu arah yang sebelumnya dua arah, agar warga lebih leluasa ke Nusantara,” ucapnya.(arf-ita/war)