BULUKUMBA, BKM – Bulukumba terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Pada Rabu kemarin tim Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian mendatangi Bulukumba sekaligus melakukan verifikasi terkait rencana penyaluran bantuan sapi jenis Brachma yang berasal dari Australia.
Petugas Dirjen Kementrian Pertanian Muhajir,
yang diterima di ruang kerja Kadis Peternakan Drh Hj Rustinah menjelaskan pembicaraan antara Kadis Peternakan Hj Rustinah didamping sejumlah petugas teknisnya dengan Muhajir.
”Kalau Bulukumba sudah terbentuk sepuluh kelompok tani ternak yang siap menerima bantuan sapi Brachma. Dari sepuluh kelompok tersebut, hampir selurihnya sudah menyediakan kandang yang berkapasitas cukup,” katanya.
Muhajir juga meminta Kadis Peretnakan melihat langsung kesiapan kelompok tani ternak yang ada. “Kami ini ditugas melakukan verifikasi di lapangan, dan verifikasi ini sifatnya final yang hasilnya akan kami bawa ke Jakarta. Makanya kami mau melihat langsung sampai sejauh mana kesiapan kelompok di lapangan,’’terang Muhajir.
Apalagi sapi bantuan jenis Brachma ini berbeda dengan sapi jenis Bali, termasuk kebutuhan asupan makanan. ”Kalau sapi Brachma asupan makanan harus cukup sehingga kelompok tani harus menyediakan lahan untuk pakan, mengingat pakan sapi Brachma ini sangat menentukan kelangsung hidup sapi ini,’’ jelasnya lagi.
Kebutuhan pakan untuk sapi jenis Brachma mencapai 1 ton per hari untuk 25 ekor. ”Jadi sebelum bantuan sapi Bracham ini diturunkan kami melakukan verifikasi kelayakan, termasuk kelayakan kandang dan ketersediaan lahan untuk pakan, karena kegagalan dan keberhasilan produksi tergantung dari pakan,’’katanya.
Kadis Peternakan Hj Rustinah mengatakan, sejak pemerintah menyampaikan aka nada bantuan ternak sapi jenis Brachma, dia bersama jajarannya mengajak masyarakat untuk membentuk kelompok, itupun masyarakt yang memang memiliki pengalaman beternak sapi dan hasilnya terbentuk sepuluh kelompok yang tersebar di beberapa kecamatan.
(edy/C)