Site icon Berita Kota Makassar

Jayadi : Jika SYL Tinggalkan Golkar Akan Rusak Sistim Perpolitikan

MAKASSAR, BKM–Jika Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak diberi kesempatan untuk kembali memimpin Partai Golkar Sulsel dan akhirnya diakomodir partai lain semisal Partai Nasdem, maka akan memunculkan pertanyaan masih adakah kader idiologis dalam sebuah partai. “Iya coba cek sejumlah politisi, yang ada sudah pindah dua hingga tiga kali,”ujar pengamat politik dari Unhas, Dr Jayadi Nas, Kamis (16/6).
Untuk itu, menurutnya tidak perlu SYL diwacanakan untuk pindah ke Nasdem, termasuk pak Rusdi Masse lantaran masih tercatat sebagai kader dan ketua Golkar. Mantan Ketua KPU Sulsel ini mengaku lebih setuju jika SYL tetap sebagai kader idiologis Golkar, sebab Gubernur Sulsel dua periode ini tidak pernah tercatat dipartai lain. Dan sejak awal aktif sebagai kader Golkar dibawah bendera OKP AMPI dan FKPPI.
Sementara itu, Ichsan Yasin Limpo mengaku siap bertarung memperebutkan posisi ketua Wantim Golkar Sulsel jika SYL masih ingin maju di Musda nanti. “Kalau pak Syahrul masih maju, tentu saya bersama pak Roem akan bersaing memperebutkan posisi ketua wantim,”ujar Ichsan saat hadir dalam acara buka puasa dirujab ketua DPRD Sulsel HM Roem, Rabu (15/6) malam. Ichsan menilai jabatan Wantim tidak seperti sebelumnya, sebab saat ini Wantim memiliki tugas dan kewenangan tersendiri.
SYL sendiri menanggapi santai isi juklak tersebut yang membuat batasan bagi calon ketua mendatang.
Menurutnya, aturan tersebut sebenarnya sangat baik untuk proses kaderisasi di Golkar.
“Itu juklak enaknya apa, saya santai ji hadapi itu. Dari kemarin semua tahu saya maju bukan untuk mencari jabatan. Saya hanya mau melihat kepentingan rakyat diperjuangkan oleh partai politik,” kata SYL di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, (16/6).
SYL mengakui bahwa anggota keluarganya yang menjadi kader partai lain, mulai dari anak dan saudaranya. “Saya punya adik-adik dan mereka adalah orang yang hebat dan memiliki prestasi,”lanjutnya.
Mantan Bupati Gowa ini mengakui masih enggan membicarakan ikhwal sikapnya terhadap Musda Golkar yang akan dilaksanakan usai lebaran. Pasalnya, dirinya ingin fokus mengurusi tugasnya sebagai Gubernur Sulsel. “Saya tak mau kehilangan dua tahun terakhir untuk memberikan yang terbaik baik rakyat. Saya sudah menjabat ketua APPSI, jika dibandingkan dengan jabatan itu, jauh lebih bergengsi di APPSI. Kalau ada yang mau mengambilnya dengan adat Bugis Makassar, saya akan berikan,” jelas SYL. (jun-rhm/rif)

Exit mobile version