Site icon Berita Kota Makassar

PLN Bangun PLTG 450 MW

MAKASSAR, BKM — Kebutuhan akan sumber energi lsitrik di Sulawesi Selatan yang terus bertambah, membuat perusahaan listrik negara (PLN) terus berupaya menambah pembangkit listrik baru. Terlebih pemakaian mencapai 1000 Megawatt (MW) dengan penambahan 100 MW setiap tahunnya.
Untuk mengatasi beban puncak, PLN wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar (Sultanbatara) berencana membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Peaker yang berkapasitas sebesar 450 MW. Rencananya proyek ini akan dibangun di perbatasan Maros-Makassar, sekitar Tamalanrea.
“PLTG Peaker Makassar ini untuk mengantisipasi beban puncak. Tahun ini akan segera kita lelang, jika penetapan lahannya sudah keluar dari Gubernur Sulsel,” kata General manger PLn Sultanbatara, Wasito Adi, baru-baru ini.
PLN menargetkan tahun 2018 proyek ini akan rampung dan listrik yang dihasilkan sudah masuk ke dalam sistem. Karena itu, PLN berharap pemerintah provinsi untuk memberi dukungan penuh utamanya masalah pembebasan lahan.
Selain itu, PLN juga akan melakukan penambahan pembangkit listrik, yaitu PLTU di Barru dengan daya 2×100 MW, serta PLTU di Jeneponto 2×125 MW, yang dikerjasamakan dengan pihak Bosowa.
Tak hanya PLTG Peaker, saat ini PLN sedang berupaya membangun beberapa jalur transmisi listrik di Wotu-Masamba dan Sengkang-Siwa. Ini juga membutuhkan lahan untuk pemasangan towernya.
“Kita laporkan izin penetapan lokasi untuk transmisi di Wotu dan Masamba. Serta transmisi dari Sengkang ke Siwa, kebetulan ada investasi PNG yang membutuhkan 40 MW di Kera, Kecamatan Siwa, Wajo,” tambah GM PLN Unit Induk Sulsel, Idean.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo siap menjamin ketersediaan lahan untuk beberapa proyek PLN. Yang jelas setiap ganti rugi yang dilakukan oelh PLN tak merugikan masyarakat sebagai pemilik lahan.
“Tidak ada masalah untuk pembebesan lahan. Tidak butuh beberapa minggu saya akan selesaikan, asalkan sesuai prosedur dan harus ganti untung. Apalgi untuk kepentingan rakyat, saya akan bantu dengan maksimal,” jelasnya. (rhm/war)

Exit mobile version